Lagi, Tiga Sponsor Utama FIFA Putuskan Kerjasama
Vriana Indriasari | CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2015 08:48 WIB
London, CNN Indonesia -- Otoritas Sepak Bola Dunia, FIFA, mencurigai hubungan hengkangnya tiga sponsor utama mereka lantaran skandal korupsi yang melanda organisasi tersebut.
Perusahaan minyak pelumas Castrol, perusahaan suku cadang kendaraan Tyre, dan pabrikan produk kesehatan Johnson & Johnson resmi memutuskan kerjasamanya dengan FIFA.
Ketiga perusahaan itu merupakan bagian dari delapan organisasi besar yang menjadi sponsor utama FIFA. Sebelumnya, dua perusahaan besar juga sudah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai sponsor.
Adalah Sony dan Emirates yang mundur dari posisinya sebagai sponsor pada November lalu, tak lama setelah skandal korupsi tersebut mencuat.
Pihak Castrol, seperti diberitakan The Daily Telegraph, menyatakan hubungan sponsornya telah berakhir. Terakhir kali mereka membantu pendanaan FIFA adalah saat penyelenggaraan Piala Dunia 2014 lalu.
Sementara Johnson & Johnson mengaku mengambil keputusan ini berdasarkan pertimbangan bisnis setelah melakukan review.
Terkait kondisi ini, mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Lord Triesman, mendorong adanya perubahan besar-besar di tubuh organisasi tersebut.
Para kandidiat Presiden FIFA diminta memperjuangkan perubahan ke arah positif ini. Pemilihan Presiden FIFA sendiri akan berlangsung pada Mei mendatang.
(vri/vri)
Ketiga perusahaan itu merupakan bagian dari delapan organisasi besar yang menjadi sponsor utama FIFA. Sebelumnya, dua perusahaan besar juga sudah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai sponsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Castrol, seperti diberitakan The Daily Telegraph, menyatakan hubungan sponsornya telah berakhir. Terakhir kali mereka membantu pendanaan FIFA adalah saat penyelenggaraan Piala Dunia 2014 lalu.
Terkait kondisi ini, mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Lord Triesman, mendorong adanya perubahan besar-besar di tubuh organisasi tersebut.
Para kandidiat Presiden FIFA diminta memperjuangkan perubahan ke arah positif ini. Pemilihan Presiden FIFA sendiri akan berlangsung pada Mei mendatang.
(vri/vri)