Dalam leg pertama di Roma yang berakhir imbang dengan skor 1-1, suporter Feyenoord yang mabuk jelang laga sempat merusak monumen bersejarah di kota Abadi pada Kamis (19/2).
"(Kericuhan) itu menjijikkan dan memalukan. Saya harap suporter Roma tidak akan melakukan hal sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang suporter mereka (Feyenoord) lakukan pada pertandingan sepak bola adalah konyol. Mereka harus membayar ganti rugi.
Dalam peristiwa tersebut, suporter Feyenoord berkumpul di dekat monumen bersejarah Roma, yaitu Fontana della Barcaccia. Tak hanya berkumpul, mereka juga melemparkan bom molotov dan botol minuman ke air mancur kebanggaan Kota Roma tersebut.
Menurut berita yang diturunkan Football Italia, setidaknya 23 pendukung Feyenoord ditahan pihak kepolisian setempat karena insiden tersebut.
Selain mengecam kejadian itu, presiden Roma dipuji karena kesabaran mereka karena Roma tidak sedang performa terbaiknya. Menurut Palotta, yang sedang mencaci klub mereka adalah bukan suporter sejati.
"Apakah kami kalah dalam pertandingan itu? Tidak, jadi apa masalanya? Hanya media yang membesar-besarkan masalah tersebut," ujar Pallotta.
"Kebanyakan suporter tidak seperti itu. Mereka berpendapat bahwa tim baik-baik saja dan mereka sedang mencoba sebaik mungkin."
(vws)