Siksa Tubuh Demi Kontrak Formula 1

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 12:53 WIB
Siksa Tubuh Demi Kontrak Formula 1 Untuk bisa dipertahankan sebagai pembalap McLaren untuk mendampingi Fernando Alonso, Jenson Button harus melakukan diet ketat. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa syarat untuk seorang pebalap agar bisa dilirik sebuah tim Formula One? Jika Anda menjawab harus memiliki pengalaman dan bisa menjadi magnet bagi sponsor, maka jawaban Anda kurang lengkap.

Percayakah Anda jika tim-tim F1 lebih melirik pebalap yang memiliki berat badan ringan? Musim lalu, pebalap terberat di F1 adalah Nico Huelkenberg (Force India) dan Adrian Sutil (Eks Sauber) dengan 74 kilogram.

Tim-tim F1 lebih menyukai pebalap dengan berat badan yang ringan agar tidak menambah beban mobil. Musim ini, Federasi Otomotif Internasional (FIA) memutuskan berat mobil F1 (dengan pebalap) minus bahan bakar adalah 702 kilogram.


Semakin berat mobil saat balapan berlangsung, maka semakin berkurang pula kecepatannya. Untuk itu, seluruh tim F1 memiliki peraturan yang ketat mengenai berat badan pebalap.

Bagi seorang Felipe Massa, yang saat ini memperkuat Williams, berat badan bukanlah masalah. Pebalap asal Brasil itu masih tercatat sebagai pebalap F1 dengan berat badan teringan, yakni 59 kilogram.

Namun, bagi pebalap seperti Jenson Button (McLaren), masalah berat badan bisa membuatnya kesulitan. Button mengaku harus melakukan diet agar tetap bertahan di McLaren.

"Saya menyukai fitnes, tapi ada beberapa hal yang tidak dapat saya lakukan karena harus menjaga berat badan, tidak makan karbohidrat, tidak membentuk otot. Saya berjuang untuk memenuhi batas berat badan," ujar Button.

Diet Ekstrem

Pebalap F1 dituntut memiliki berat badan yang ringan. Untuk mewujudkannya, mereka rela melakukan diet ketat.

"Pelatihan yang kami berikan tidak untuk meningkatkan otot, tapi untuk menjaga kekuatan dan membantu menurunkan lemak," ucap pelatih fitnes pebalap Caterham, Carlos Corell.

Pengaruh berat badan juga membuktikan bahwa segala untuk bisa sukses di F1 hanya karena tergantung dari mobil yang bagus, teknologi modern, dan berkualitas.

Pada November 2013, Corell mengungkapkan bagaimana ia menjaga berat badan eks pebalap Caterham, Giedo van der Garde.

"Ketika mobil kami lebih berat, satu-satunya cara adalah menurunkan berat pebalap. Saat balapan, kami mengecek berat pebalap hingga tujuh kali, karena tim perlu mengetahui berat mobil dan pengemudi," ucap Corell.

Bersepeda, berjalan, berenang, mendayung, dan melakukan latihan di gym adalah salah satu bentuk latihan yang diberikan kepada pebalapnya.

"Program pelatihan akan sekitar empat hari sepakan dengan kardiovaskular, satu atau dua hari latihan fisik di gym dan satu hari di simulator. Kami menjaga berat badan secara keseluruhan dengan diet," ucap Corell.

Pola hidup dan makan juga diatur dengan ketat. Corell tidak merekomendasikan para pebalapnya untuk minum bir. Soal makan, Corell menyarankan agar pebalapnya melakukan diet dengan mengonsumsi campuran makanan yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak baik (minyak zaitun dan alpukat).

"Kami mencoba untuk tidak makan pasta, nasi putih atau kentang. Kami menggunakan sayuran, beras merah atau quinoa, ikan, dan ayam," ujarnya.

Felipe Massa adalah pembalap dengan berat badan teringan di Formula 1. (REUTERS/Brandon Malone)
Paling Fit

Pebalap F1 diklaim sebagai atlet paling fit di dunia. Seperti dikutip dari F1 Fanatic, seorang pebalap F1 bisa memiliki kecepatan denyut jantung hingga 180 per menit selama 90 menit balapan atau lebih.

Tidak ada atlet di cabang olahraga lain yang memiliki kecepatan denyut jantung seperti pebalap F1. Selain itu, pebalap F1 juga harus berhadapan dengan tekanan gravitasi yang luar biasa.

Setiap pebalap F1, rata-rata kehilangan berat badan antara 2 hingga 4 kilogram usai balapan. Mobil F1 hanya butuh waktu dua detik untuk melakukan pengereman dari kecepatan 200km/jam sampai berhenti sempurna.

Alhasil pengemudi akan merasakan tekanan yang cukup besar, khususnya pada bagian leher dan pundak. Saat pengereman dilakukan, temperatur piringan rem mobil bisa mencapai lebih dari 1.000 derajat celcius.

Temperatur di dalam knalpot mobil balap F1 mencapai 950 derajat celcius. Sementara suhu rata-rata dalam kokpit selama balapan adalah 55 derajat Celcius. Itu sebabnya berat pebalap bisa menyusut hingga 4 kilogram lebih dalam satu balapan.

Selain berat badan, konsumsi air dalam tubuh juga penting bagi pebalap F1. Sebelum membalap, pengemudi diharuskan minum air yang banyak (sekitar 8 liter) untuk menghindari dehidrasi.

Hal ini disebabkan karena kokpit mobil F1 menghasilkan suhu yang panas akibat rendahnya mobil, dekatnya jarak pengemudi dengan putaran ban, dan kecepatan yang tinggi, sehingga dapat membuat pengemudi berkeringat selama balapan.

Pebalap juga diperkirakan kehilangan 2 hingga 3 liter air dalam tubuhnya sepanjang balapan berlangsung. Di dalam kokpit juga disediakan air minum cadangan berisikan garam mineral yang tersambung dalam pipa kecil untuk memudahkan pebalap minum saat mengemudi. (har)