F1 Dimulai, Alexandra Asmasoebrata Galau

Bowie Haryanto, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 13:51 WIB
F1 Dimulai, Alexandra Asmasoebrata Galau Pembalap perempuan Indonesia, Alexandra Asmasoebroto, saat ditemui di kantornya, pada Kamis (12/3). (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Balapan Formula One (F1) 2015 akan dimulai di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (15/3). Pembalap wanita Indonesia, Alexandra Asmasoebrata, mengaku galau dengan prediksi juaranya.

Pebalap yang akrab disapa Andra itu mengatakan, akan selalu sulit memprediksi gelar juara F1. Namun, wanita 26 tahun itu yakin F1 2015 akan berlangsung lebih menarik daripada musim lalu.

"Setiap awal musim pasti kita mengharapkan sesuatu yang sangat beda. F1 akan lebih beda karena lebih tidak terprediksi. Untuk tahun ini sendiri, dengan regulasi mesin yang berbeda, akan sulit memprediksinya," ujar Andra kepada CNN Indonesia, Kamis (12/3).


Pembalap yang saat ini tampil di seri balapan Formula Renault itu mengatakan, perpindahan sejumlah pembalap papan atas di F1 2015 akan membuat balap jet darat itu akan semakin menarik.

"Perpindahan pembalap yang signifikan seperti Sebastian Vettel ke Ferrari, dan Fernando Alonso, membuat kita tidak akan pernah tahu akan bagaimana dan seperti apa," ujar Andra.

Andra mengaku kepindahan Alonso ke McLaren membuatnya galau. Istri dari Dias Baskara Dewantara terpaksa 'mendua' mengenai jagoannya di F1 2015.

"Jagoan aku? Aku itu Ferrari banget ya. Tapi, aku sukanya sama Fernando Alonso," ucap Andra.

Kepindahan Alonso dan Vettel membuat McLaren (Jenson Button) dan Ferrari (Kimi Raikkonen) saat ini memiliki sepasang juara dunia di tim. Andra menganggap kehadiran dua juara dunia dalam satu tim tetap membawa kesuksesan.

Putri dari Alex Asmasoebrata itu tetap yakin McLaren dan Ferrari bisa mematahkan dominasi duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

"Malah kadang-kadang bisa menguntungkan tim itu sendiri. Timnya sendiri menggunakan pengalaman kedua pebalap untuk mengembangkan mobil. Tergantung kepribadiannya juga," tegas Andra.

Andra yakin isu keselamatan yang muncul jelang GP Australia tidak akan mengganggu jalannya F1 2015. Isu keselamatan di F1 muncul setelah Alonso mengalami kecelakaan di tes pramusim, 22 Februari 2015 lalu.

"F1 keselamatannya luar biasa. Pertama dari mobil, kedua perlengkapan balap, ketiga, sirkuit. Tapi, memang setiap tahun akan bertambah sesuatu. Biasanya perubahan regulasi dibuat dari kejadian-kejadian," ucap Andra.

Andra kemudian berbagi pengalaman mengenai keselamatan di Formula Renault.

"Kalau kita mau balapan kita harus detail banget dan lapor ke panitia. Dari helm, baju, sampai kaos kaki. Di Formula itu seat beltnya enam titik. Helm juga ada protektornya," ucap pembalap kelahiran 23 Mei 1988 tersebut. (har/vws)