Izin itu baru boleh diberikan, jika Persebaya Surabaya dan Arema Cronus dicoret dari klub peserta kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu. Pasalnya dua klub asal Jawa Timur tersebut tak lolos verifikasi BOPI.
Di sisi lain, PT Liga Indonesia mengirim permohonan izin menggelar kompetisi ISL 2015 secara nasional dengan jumlah peserta 18 klub--termasuk Persebaya dan Arema--yang akan dimulai besok, Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada enam laga yang akan bertanding pada kick-off liga yang telah berganti nama jadi QNB League, Sabtu (4/4). Salah satunya adalah pertandingan antara Arema versus Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Agus mengatakan dari enam klub yang akan bertanding hari Sabtu (4/4), hanya satu pertandingan yang tidak diberikan izin yaitu pertandingan Arema versus Persija.
"Memang tidak sesuai dengan rekomendasi (BOPI). Kita tidak keluarkan izin," kata Agus saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (3/4), "Yang lain kita keluarkan, yang satu itu tidak. Tapi jika pertandingan tersebut terpaksa digelar, kami tetap memberikan pengamanan dalam rangka menjaga ketertiban."
Agus sendiri menyanggah pengamanan tersebut sebagai pelanggaran dari rekomendasi BOPI. Agus menegaskan polisi memang tidak memberikan izin tetapi tak bisa membiarkan keamanan jadi terganggu.
"Ya, dilema, tapi kita sebagai aparat juga berkewajiban memberikan keamanan. Dan sebetulnya, pada akhirnya ini, (persoalan) antara BOPI dan PT Liga Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, 1 April lalu, BOPI telah mengumumkan Persebaya dan Arema tak diberi rekomendasi untuk mengikuti ISL 2015 karena tak dapat memenuhi syarat verifikasi yaitu aspek legalitas. Selain itu ada lima klub lain yang boleh mengikuti kompetisi namun harus memenuhi persyaratan BOPI hingga paruh pertama selesai.
Kabag Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiono, mengungkapkan pihaknya akan mengamankan setiap pertandingan karena akan timbul keramaian orang di pertandingan tersebut.
"Kalau masalah izin itu wilayah Mabes Polri," ujar Awi, "Walau begitu kami tetap mengantisipasi risiko gangguan keamanan terjadi pada pertandingan yang sudah dijadwalkan panpel." (kid/kid)