Sebelumnya Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy mengatakan surat dari kepolisian hanya tak bisa memberi izin keamanan terkait pelaksanaan peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA) untuk wilayah Jakarta dan Bandung saja.
Baca: KAA Bikin Persija Gagal Tampil di Gelora Bung Karno
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan tidak batal, kami hanya menunda untuk berangkat karena kita masih menunggu keputusan PSSI (Persatuan Sepak-bola Seluruh Indonesia) mengenai kelanjutan kompetisi ini," kata Sudarmaji saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (9/4).
"Tidak (karena alasan KAA), status kami menunggu keputusan PSSI," tegasnya mengulangi jawaban pertama.
Sehari sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto, menyatakan ada tenggat waktu 48 jam bagi Persebaya Surabaya dan Arema untuk memenuhi syarat dan mendapatkan rekomendasi agar bisa turut dalam QNB League 2015.
Pada awal April lalu Arema dan Persebaya adalah klub yang tak mendapat rekomendasi dari BOPI untuk mengikuti kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Indonesia.
Walaupun begitu, baik Arema dan Persebaya, sudah melakoni dua pertandingan QNB League di kandang masing-masing sejak kick off QNB League pada 4 April lalu.
Gatot menerangkan berdasarkan pertimbangan lain, Arema dan Persebaya akhirnya diputuskan bisa mendapatkan rekomendasi BOPI. Namun, dua klub itu harus dapat menunjukkan rekonsiliasi dalam bentuk dokumen kepada BOPI.
"Setelah itu akan diberikan rekomendasi, sekalipun persyaratannya hingga putaran pertama. Itu hak mereka, kami tidak mendorong. Namun, intinya agar semangatnya sama. Jika tidak, kami akan menegakkan aturan dengan memberikan sanksi administratif. Sejauh ini belum ada tanda-tanda rekonsiliasi yang mereka tunjukkan," kata Gatot, Rabu (8/4).
Menanggapi hal tersebut, Sudarmaji menegaskan pihaknya secara internal sedang berupaya untuk mencapai hal tersebut. Namun, lanjut Sudarmaji, waktu yang ada dinilai masih kurang.
"Harapan kami minimal Kemenpora dan BOPI bisa memantau dari media bahwa kami beritikad baik," kata Sudarmaji. (kid/kid)