"Sampai saat ini tidak ada yang mau mengalah untuk sebuah keputusan keliru. Saya pikir Menpora (Imam Nahrawi) harus berpikir bijak. Kami klub juga berpikir positif dengan yang dilakukan Menpora. Tapi bukan berarti semena-mena lalu mengubah itu semua. Tim transisi bisa menjalankan kompetisi dasarnya darimana?" tanya Rocky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait surat FIFA kepada PSSI yang memberi peringatan untuk mengakhiri kisruh dengan Kemenpora paling lambat tanggal 29 Mei, Rocky berharap agar surat tersebut disikapi secara bijak dan legowo oleh PSSI dan Kemenpora.
"Kalau jatuh ya sudah. Kami sudah tidak bisa lagi membicarakan sepak bola di republik ini."
"Sekarang yang diperebutkan kan kami (18 klub). Kami ini ibarat bola yang dimainkan. Kira-kira mau dimainkan oleh siapa? PSSI kah? Atau Kemenpora? Kami jelas ada dibawah PSSI," kata Rocky.
Dalam pertemuan dengan klub-klub, CEO PT iga Indonesia, Joko Driyono, mengusulkan diselenggarakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 12 Mei mendatang. (Baca Juga: PT Liga Akan Gelar RUPS untuk Tentukan Langkah di Kompetisi)
"Dalam RUPS itu akan dibahas opsi-opsi untuk kompetisi musim berikutnya. Yang ideal ada di bulan September hingga Mei 2016," ucap Joko.
Rocky sendiri masih mencermati usulan Joko tersebut, terutama jika kompetisi tidak berada di bawah PSSI. "Kalau pemain ada yang cedera atau terkena insiden bagaimana? Jangan sampai kami membuat sesuatu (kompetisi) tapi kita tidak bertanggungjawab penuh," ujar Rocky.
(vws/vws)