KOI Hormati Keputusan FIFA

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2015 10:01 WIB
KOI Hormati Keputusan FIFA KOI berharap sanksi FIFA ini bisa jadi momentum kebangkitan sepakbola Indonesia. (REUTERS/Ruben Sprich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menghormati keputusan FIFA yang memberikan sanksi untuk Indonesia berupa larangan bertanding di turnamen internasional dan juga larangan mendapatkan bantuan dari FIFA dan dari Konfederasi Sepak Bola Asia dalam bentuk dana bantuan, program, atau kursus, hingga syarat-syarat yang diberikan oleh FIFA dituruti.

Menurut surat yang ditandatangani oleh Jerome Valcke dan telah dikonfirmasi keabsahannya oleh juru bicara FIFA kepada CNN Indonesia, ada satu pengecualian yaitu timnas U-23 masih boleh bertanding di ajang SEA Games.

"Kita (KOI) menghormati dan mendukung keputusan FIFA dan seluruh stakeholder," kata Ketua Komisi Sport for All KOI Ade Lukman kepada CNN Indonesia.


Lebih lanjut , Ade menegaskan SEA Games harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tim nasional sepakbola Indonesia.

"SEA Games adalah satu-satunya pembuktian tim nasional sepakbola Indonesia sebelum tim Merah-Putih absen sementara dari kompetisi-kompetisi internasional," tutur Ade menegaskan.

Berbicara soal sanksi FIFA, hal ini harus dijadikan momentum untuk membangun kualitas sepakbola Indonesia menjadi lebih baik lagi.

"Sanksi ini harus jadi dasar bagi perbaikan tata kelola persepakbolaan Indonesia."

"Mari kerja keras dan kerja sama untuk menata sepak bola ini jadi lebih baik," ucap mantan atlet Taekwondo tersebut.

Dalam ajang SEA Games, Tim Indonesia kali ini bakal berangkat dengan misi yang sama seperti senior-senior mereka di tahun-tahun sebelumnya, yaitu meraih medali emas. Indonesia sendiri terakhir kali meraih emas pada SEA Games 1991 di Manila.

"Persiapan tim sudah maksimal dan target kami adalah emas. Satu kendala yang ada adalah permasalahan antara PSSI dan Kemenpora yang bisa mengganggu semangat tim," ujar kapten Indonesia, Manahati Lestusen kepada CNN Indonesia beberapa hari sebelumnya. (ptr/ptr)