Persib Galau Karena Sanksi FIFA untuk Indonesia

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2015 12:43 WIB
Persib Galau Karena Sanksi FIFA untuk Indonesia Persib Bandung saat tampil di babak 16 besar Piala AFC menghadapi Kitchee SC. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sanksi FIFA kepada Indonesia membuat juara bertahan Liga Indonesia Persib Bandung merasa galau. Mereka tak ingin ketidakjelasan situasi yang ada saat ini terus berlarut-larut.

Walaupun hal tersebut sudah bisa diprediksi (karena ada deadline dari FIFA), Pelatih Persib Djajang Nurjaman mengaku cukup terkejut. Ia mengatakan sulit bagi Persib jikalau sanksi ini dibiarkan berlarut-larut.

"Sepertinya masa sanksi ini akan lama. Pemain semua juga putus harapan. Perasaannya pun saat ini sedang galau."


"Para pemain saya liburkan dua minggu dari kemarin. Tadinya kami berharap mengikuti rencana PT Liga, tapi kelihatannya kalau sudah begini ya tidak tahu, bingung juga," ujar Djadjang.

"Kami tim yang sedang on fire dan sedang tampil baik.Akan sulit bagi kami untuk kembali ke performa terbaik jika harus start dari awal. Belum lagi jika berbicara kerugian finansial," katanya melanjutkan.

Soal finansial, sama halnya seperti klub-klub lainnya, Persib pun melakukan penyesuaian.

"Mungkin akan ada pula revisi gaji bila tim ingin dipertahankan. Sampai saat ini sendiri kami masih menerima gaji (bulan Mei) dan untuk ke depannya akan ada lagi pembicaraan dengan manajemen," ucap Djadjang.

"Sampai saat ini belum ada pemain yang hengkang, lagipula kalau hengkang pun mau ke mana?" katanya.

Pelatih kelahiran Majalengka ini pun belum mengetahui apakah dengan situasi seperti ini klub-klub ISL, Persib pada khususnya, akan lebih pro ke rencana-rencana pemerintah yang diusung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau tetap pada sikap sebelumnya di bawah PT. Liga.

"Setelah ini kami tunggu langkah selanjutnya dari manajemen. Beberapa hari kemarin kami sempat rapat, tapi karena ada keputusan sanksi FIFA ini sepertinya dalam waktu dekat ini kami akan rapat kembali," ucapnya.

Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan sanksi, yaitu melarang tim nasional Indonesia bertanding di ajang internasional dan juga Indonesia tidak akan menerima bantuan program maupun dana dari FIFA maupun Konfederasi Sepak Bola Asia.

Menurut surat yang ditandatangani oleh Jerome Valcke dan telah dikonfirmasi keabsahannya oleh juru bicara FIFA kepada CNN Indonesia, ada satu pengecualian yaitu timnas U-23 masih boleh bertanding di ajang SEA Games. (ptr/ptr)