Tim Transisi: Banyak Klub Tertarik Ikut Piala Kemerdekaan

M. Arby Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2015 17:35 WIB
Tim Transisi tetap pada rencana mereka untuk menggelar Piala Kemerdekaan. Mereka mengklaim sudah ada 18 klub yang menghubungi mereka terkait Piala Kemerdekaan. Tim Transisi menyebut sudah ada 18 klub yang menghubungi mereka dan menyatakan ketertarikannya mengikuti Piala Kemerdekaan. (CNN Indonesia/ M. Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menurut anggota Tim Transisi Cheppy Triprakoso Wartono, 18 klub sudah menghubungi Tim Transisi untuk menyatakan ketertarikannya mengikuti Turnamen Piala Kemerdekaan yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.

Piala Kemerdekaan adalah salah satu turnamen yang memang sudah digagas oleh Tim Transisi dan Kemenpora sebagai titik awal sebelum dimulainya kompetisi.

"Sekarang banyak klub yang telepon. ISL ada empat klub, Divisi Utama ada delapan, dan klub-klub lainnya ada enam yang sms saya. Sudah ada tiga sampai empat operator juga yang menghubungi saya," tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.


Terkait format kompetisi, Cheppy juga menyebut bahwa Tim Transisi sudah merumuskan hal tersebut.

"Ada opsi jika diikuti 10 klub, 12 klub, dan 16 klub, semua akan disesuaikan dengan waktu yang tersedia untuk menggelarkan kompetisi ini. Karena besok masih akan rapat, pendaftaran kemungkinan jadi diundur satu sampai dua hari lagi."

"Hal ini berkaitan juga dengan sanksi FIFA. Tadinya kan kita juga ingin mengundang klub-klub regional tapi sekarang tidak bisa (karena ada sanksi FIFA)," ujar Cheppy.

Dalam rapat esok, salah satu agendanya adalah melengkapi usulan tim teknis mengenai standarisasi pertandingan.

"Menpora (menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi) juga akan memberikan masukan. Kemungkinan turnamen ini akan menggunakan antara standarisasi AFC atau PSSI."

"Kalau menurut saya, mungkin akan menggunakan standarisasi PSSI karena lebih banyak toleransinya dan 1 level di bawah standarisasi AFC," tutur Cheppy.

Tak Khawatir Syarat Ketat

Cheppy juga tidak khawatir jika persyaratan yang dibuat Tim Transisi nanti malah mengurangi jumlah peserta yang akan bertanding.

"Mau tidak mau. Kalau ternyata pesertanya di bawah sepuluh ya sudah, asal semuanya masuk standarisasi."

"Hal itu lebih baik dibandingkan banyak peserta namun tak memenuhi standard yang ada. Verifikasi dan rekomendasi BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) juga masih akan diberlakukan, detilnya seperti apa tunggu hasil rapat besok."

"Kita terus koordinasi dengan BOPI. Prinsipnya kita akan mengikuti standar yang telah kita tetapkan nantinya," ujar Cheppy.

Bersikap Hati-hati

Sebelum sanksi FIFA kepada Indonesia turun, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) lebih dahulu telah meminta pemerintah dan semua pihak menghormati dan mematuhi putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengabulkan gugatannya.

Dengan putusan sela ini, PSSI kembali memiliki marwahnya sebagai organisasi yang mengatur sepak bola di Indonesia.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), juga tidak boleh melarang aparat memberi izin pertandingan. Atas dasar itulah Cheppy menerangkan Tim Transisi bergerak dengan hati-hati.

"Kita masih belum dapat untuk terbuka sepenuhnya tentang segala sesuatunya mengenai Turnamen Kemerdekaan ini. Kami tidak ingin melanggar putusan sela PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," kata Cheppy. (ptr/ptr)