Namun siapa nyana, ternyata banyak pula pebulutangkis luar negeri yang menikmati momen bertanding di Istora. Mereka tak sungkan meski harus berperan antagonis saat melawan pebulutangkis Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang dengan situasi ini. Atmosfer yang luar biasa dan saya harap bisa melihat yang seperti ini di turnamen lainnya," ujar Zwiebler kepada CNN Indonesia.
Hal yang sama juga dinyatakan Kento Momota. Jelang laga lawan Anthony Ginting, Kento sudah menyadari benar bahwa dirinya bakal jadi musuh utama Istora. "Pasti saya nanti akan di-eeaa-huu-kan," kata Momota sambil tertawa.
"Tidak masalah. Saya justru menikmati momen seperti itu karena membuat pertandingan makin seru dan penuh semangat," ujar juara dunia junior 2012 ini menegaskan.
Chris Adcock dan Gabrielle Adcock, suami-istri ganda campuran asal Inggris pun jadi salah satu yang mengagumi kehebatan pendukung di Istora. "Suporter Indonesia sangat menyengat," tutur Chris.
"Ini adalah salah satu arena favorit saya di seri kejuaraan bulutangkis dunia," kata Gabrielle menimpali.
Memang, Istora dan Indonesia Terbuka menawarkan suguhan cerita yang luar biasa berbeda dibandingkan turnamen-turnamen lainnya.
Tingginya gairah dan semangat suporter Indonesia untuk menyemangati para pebulutangkis Merah-Putih rupanya juga memancing reaksi positif bagi para atlet mancanegara. Mereka ikut sukacita dalam euforia tersebut, dan bahkan tetap bahagia meski harus menjalani peran antagonis di dalamnya. (ptr/vri)