Tuduhan tersebut termasuk klaim ia terlibat dalam kasus doping pemegang rekor Amerika Serikat, Galen Rupp -- mitra latihan Farah -- pada tahun 2002.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada indikasi juara dua kali Olimpiade, Mo Farah, yang tergabung dalam operasi pelatihan Nike Oregon Project (NOP) Salazar di Amerika Serikat, telah melanggar aturan.
Tidak ada tuduhan untuk atlet NOP lainnya dalam penyelidikan.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs NOP, Salazar mengatakan bahwa atlet-atletnya harus sepenuhnya mematuhi kode Agensi Anti-Doping Dunia (WADA) dan aturan-aturan Asosiasi Federasi Atletik (IAAF).
"Saya sedih bahwa tuduhan palsu telah dibiarkan begitu saja tanpa mempertimbangkan efeknya."
"Saya selalu ekstra hati-hati dan mengambil setiap langkah untuk memastikan atlet saya mematuhi aturan anti-doping," ucap laki-laki kelahiran Amerika-Kuba tersebut.
"Galen menderita beberapa alergi parah dan masalah pernafasan. Secara medis ia didiagnosis menderita asma dan penyakit Hashimotos, sebuah penyakit tiroid," tutur Salazar membela Rupp yang memenangi medali perak Olimpiade pada cabang olahraga lari 10.000 meter.
"Galen adalah salah satu atlet yang bekerja paling keras, paling jujur, dan atlet tulus yang pernah saya tahu. Galen tidak pernah mengambil obat terlarang dan melanggar kode Wada."
Mengikuti surat terbuka Salazar, Nike pun memberikan sebuah pernyataan. "Baik Alberto dan Galen telah membuat posisi mereka jelas dan membantah tuduhan yang ditujukan untuk mereka, seperti yang ditunjukkan dalam surat terbuka Alberto.
"Lebih jauh, kami telah melakukan kajian internal dan tidak menemukan bukti untuk mendukung adanya tuduhan doping." (vws)