Tahun 2004 mungkin musim yang akan selalu diingat Sharapova. Pasalnya, itu adalah tahun di mana petenis 28 tahun itu kali terakhir mengalahkan Serena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kekalahan straight set 2-6 dan 4-6 dari Serena di semifinal Wimbledon 2015, Sharapova pun bingung harus berbuat apa lagi untuk bisa meraih kemenangana atas petenis peraih 20 gelar Grand Slam itu.
Sharapova mengaku sudah di trek yang benar untuk bisa mengalahkan Serena. Juara Wimbledon 2004 itu hanya perlu, "Tampil lebih dari yang sekarang. Melawan Serena Anda tidak hanya harus menampilkan permainan terbaik, tapi lebih dari itu."
"Sedrastis-drastisnya, saya tidak akan ke lapangan dan menjadi tipe pemain yang mengandalkan serve dan voli, atau chip dan charge. Tidak, Anda takkan melihat itu dari saya," sambungnya seperti dilansir Reuters.
Sharapova merupakan salah satu petenis terbaik dalam satu dekade terakhir, dengan koleksi lima gelar Grand Slam. Sayang, dia harus berkarier satu era dengan Serena, yang menang hanya dalam waktu 79 menit di babak semifinal.
"Sangat mengecewakan keluar sebagai pecundang, karena saya merasa dengan level permainan saat ini, saya bisa menjuarai Wimbledon. Itu yang membuat saya tetap semangat," tegas Sharapova. (har/har)