Kehadiran Justin Gatlin yang merupakan sprinter tercepat sepanjang 2014 dan 2015, dianggap bisa menyudahi dominasi Bolt. Pelari asal Amerika Serikat itu menjadi 'manusia' tercepat sepanjang 2015 dengan catatan 9,74 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Bolt membuktikan kenapa dia pantas disebut sebagai manusia tercepat di dunia. Sprinter yang memiliki ambisi memperkuat klub sepak bola, Manchester United, itu menjadi yang tercepat di final dengan 9,79 detik. Posisi kedua ditempati Gatlin dengan 9,80 detik.
Bolt mampu menunjukkan peforma terbaiknya di momen-momen penting sekaligus menyelamatkan kariernya. Waktu 9,79 detik merupakan catatan terbaik sprinter yang dijuluki 'Lighting Bolt' itu sepanjang 2015.
Usain Bolt meraih gelar juara dunia nomor 100 meter ketiganya di Beijing. (REUTERS/Lucy Nicholson) |
Selamatkan Atletik
Kemenangan di Kejuaraan Dunia Atletik 2015 tidak hanya menyelamatkan karier Bolt. Peraih enam medali emas Olimpiade itu juga menyelamatkan wajah dunia atletik lewat kemenangannya.
Andai Gatlin yang meraih kemenangan, maka kemungkinan besar wajah Federasi Atletik Internasional (IAAF) akan semakin tercoreng. Otoritas atletik tertinggi di dunia itu sedang menuai kritikan menyusul banyaknya dugaan kasus doping.
Laporan dari Sunday Times dan ARD (Jerman) menyebutkan, ada 12.000 tes doping antara 2001 hingga 2012 yang disinyalir positif namun tidak ditindaklanjuti. Selain itu, diklaim ada lebih dari 50 peraih medali emas di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia yang positif menggunakan doping.
Kehadiran Sebastian Coe sebagai presiden baru IAAF yang terpilih 19 Agustus lalu, juga tidak mengangkat nama IAAF.
"Tidak ada ampun untuk penggunaan doping di olahraga saya. Saya akan memastikan itu hingga level teratas," ucap Coe usai terpilih seperti dilansir Eurosport.
Gatlin merupakan salah satu atlet yang pernah tersandung masalah doping. Pelari 33 tahun itu dihukum larangan tampil sepanjang 2006 hingga 2010 karena dua kali gagal lolos tes doping.
Menariknya, Gatlin tampil lebih impresif usai kembali dari hukuman. Gatlin tidak pernah kalah dalam 28 pertandingan nomor 100 meter sejak September 2013. Sprinter kelahiran Brooklyn itu baru menelan kekalahan di Kejuaraan Dunia 2015.
Namun, Gatlin meraih sukses di bawah bayang-bayang rumor doping. Atlet ternama lainnya yang dikabarkan masuk skandal doping atletik adalah pelari jarak jauh asal Inggris, Mohamed Farah, yang merebut medali emas nomor 10.000 meter di Kejuaraan Dunia 2015. (har/har)
Usain Bolt meraih gelar juara dunia nomor 100 meter ketiganya di Beijing. (REUTERS/Lucy Nicholson)