Coe mengambil alih pucuk pimpinan IAAF ditengah-tengah krisis yang menimpa dunia atletik, yaitu IAAF dituduh gagal untuk mengatasi permasalahan doping.
Mantan juara lari jarak menengah 1500 meter tersebut akan menggantikan Lamine Diack yang telah memimpin IAAF pada 16 tahun terakhir. Coe secara resmi akan dilantik di akhir Kejuaraan Dunia Atletik yang berlangsung 22-30 Agustus di Beijing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan peraih medali emas lompat galah, Bubka, memberikan selamat atas kemenangan Coe. Bubka sendiri kemudian menjadi salah satu dari empat wakil presiden IAAF.
Diack yang akan segera menyerahkan mandatnya, mengatakan bahwa ia senang kini telah memiliki penerus, terutama seseorang yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk olahraga.
"Generasi berambut-putih telah melakukan yang bisa kami lakukan, dan kini saatnya beralih pada generasi berambut hitam," kata pria berusia 82 thun itu.
Dalam tiga pekan terakhir, Coe secara agresif membela rekam jejak IAAF dalam memerangi doping. Ia berkata bahwa organisasi tersebut telah memimpin pembaruan dalam uji doping dan juga membangun laboraturium baru.
Coe pernah berjanji bahwa di bawah kepemimpinannya IAAF akan memiliki agensi doping sendiri. (vws)