Meski menanamkan uang dalam jumlah besar, Red Bull tidak boleh melekatkan namanya pada klub Leipzig karena terbentur peraturan di sepak bola Jerman. Mereka kemudian menggunakan nama RasenBallsport Leipzig.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bursa transfer musim panas ini mereka juga mendapat sorotan setelah merekrut pemain muda tim nasional Jerman, Davie Selke, dari Werder Bremen. Leipzig menawari pemain berusia 20 tahun tersebut dengan kontrak jutaan euro.
"Namun kami akan berjuang untuk menjaga budaya sepak bola kami. Instrumen pemasaran seperti RasenBallsport tidak akan pernah menjadi bagian budaya kami dan itu sebabnya kami mengadakan protes 15 menit."
Union Berlin, klub yang terletak di wilayah timur kota Berlin, memiliki karakter yang berbeda dengan Leipzig. Mereka dikenal sebagai klub yang anti-kemapanan dan memiliki basis penggemar yang fanatik bahkan dari era Jerman Timur masih ada.
Kepada Reuters, seorang pengurus klub Union menyatakan bahwa klub pun mendukung sikap suporter tersebut.
"Saya hanya bisa menggunakan perkataan presiden kami, Dirk Zingler, bahwa ia mendukung inisiatif ini 100 persen," kata juru bicara klub, Christian Arbeit. "Di masa depan RB Leipzig akan sering berhadapan dengan aksi protes."
Union Berlin memiliki kedekatan dengan para suporternya. Ratusan dari mereka membantu pembangunan stadion baru dengan mengadakan penggalangan dana melalui donasi darah. Pada 2011 lalu, klub juga pernah memberi kesempatan para suporter untuk memiliki stadion dengan menerbitkan 10 ribu lembar saham.
Pada Februari, mereka memperpanjang kontrak pemain veteran, Benjamin Koehler, setelah ia didiagnosis dengan kanker.
RB Leipzig sendiri adalah salah satu dari empat klub di seluruh dunia yang dimiliki oleh Red Bull, dengan tiga lainnya di Salzburg, New York, dan Brasil.
(vws)