Pangeran 39 tahun itu mengumumkan pencalonannya di ibukota Yordania, Amman, Rabu (9/9). Pangeran Ali kembali mencalonkan diri empat bulan setelah kalah dari Sepp Blatter di pemilihan presiden FIFA, 29 Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya melalui pemimpin yang baru FIFA dapat berubah. Sejak pemilihan terakhir, saya sudah memikirkan bagaimana caranya mereformasi FIFA. Itu akan jadi tugas yang sulit. Kita harus mengakhiri korupsi dan kesepakatan politik," ujar Pangeran Ali.
Platini merupakan salah satu pendukung utama Pangeran Ali ketika melawan Blatter pada pemilihan Mei 2015. Sedangkan Mong-joon dikalahkan Pangeran Ali dalam pemilihan wakil presiden FIFA untuk Asia pada 2011.
"Saya sangat menghormati Platini. Tapi, UEFA beda dengan FIFA. FIFA sedang krisis dan butuh awal baru. Platini merupakan anak didik Blatter ketika melakukan pengenalan terhadap kepengurusan sepak bola," tegas Pangeran Ali. (har/har)