Pasalnya, Alonso dan Button sempat mempermalukan bos McLaren, Ron Dennis, ketika keduanya menampik klaim Dennis terkait masa depan mereka di tim balap asal Inggris tersebut.
"Ada kemungkinan kepergian Jenson Button dan Fernando Alonso dari McLaren," ujar mantan pebalap McLaren David Coulthard dalam artikelnya yang dipublikasi Telegraph.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pebalap yang telah 62 kali naik podium sepanjang kariernya di F1 itu menyoroti persoalan komunikasi dalam tim McLaren. Bukan hanya itu ia juga menyorot menurunnya kepercayaan duo pebalap McLaren terhadap performa mesin mobil mereka yang disokong mesin Honda.
"Semua pebalap dan tim harus membangun kepercayaan diri mereka, seperti yang saya alami di Red Bull. Namun, pebalap McLaren saat ini tampaknya tak memiliki kepercayaan itu."
Kerjasama antara McLaren dan Honda yang begitu digembar-gemborkan awal musim balapan 2015 memang tak berjalan sesuai dengan keinginan tim yang telah delapan kali merajai klasemen konstruktor F1 itu di akhir musim.
Bahkan rasa frustasi duo pebalap McLaren mencapai puncaknya setelah Alonso mengeluhkan performa mesin Honda yang ia anggap memiliki standar seperti mesin GP2.
Tak hanya itu, performa buruk McLaren juga ditambah fakta dua pebalapbta telah empat kali gagal menyelesaikan balapan di musim ini.
Pada GP Malaysia misalnya, Alonso harus keluar balapan di lap ke-21 setelah mengalami masalah mesin dan Button keluar pada lap ke-40 karena masalah pada mesin turbonya.
Permasalahan serupa juga terjadi di GP Kanada, GP Austria, dan terakhir, GP Singapura, saat kedua pebalap McLaren harus mengakhiri balapan karena masalah di girboks mereka.
Tak heran, tanpa perubahan besar di lima seri balapan yang tersisa, Coulthard merasa McLaren akan ditinggalkan Alonso dan Button. (kid/kid)