"Harus ada perubahan dari dalam. Masa depan sepak bola berada dalam bahaya. Kita semua berada dalam titik ini karena sejauh ini terlalu banyak pendekatan yang lembek," ujar Tebas seperti dikutip dari Marca.
Bahkan Tebas tak segan menyamakan FIFA dengan mafia. Pasalnya otoritas sepak bola itu cenderung menghukum semua pihak yang mengkritik mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda mengkritik FIFA, mereka akan mengancam mengeluarkan Anda.
Namun, FIFA berkeras keputusan tersebut merupakan solusi terbaik, mengingat kondisi cuaca ekstrem di tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar.
"Mengubah jadwal Piala Dunia ke November menunjukkan (pengurus) FIFA tak mengenal sepak bola, karena hal itu memukul liga-liga Eropa," katanya.
Tantangan La Liga
Berbagai kritik yang mengalir dari mulut Tebas itu pada nyatanya tak membuat sang kepala LFP itu berminat mencalonkan diri menjadi presiden baru FIFA.
"Saya masih merasa senang di La Liga. Apalagi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Tebas menjelaskan, "Kami sedang melakukan revolusi internal dan kami juga masih belum usai dengan kontrol ekonomi klub, yang merupakan poin penting dalam urusan hak siar. Saya memiliki tantangan besar di sini."
Tebas mengatakan dari segi finansial di antara lima liga besar Eropa, klub-klub La Liga memiliki kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
"Dalam tiga tahun terakhir, kami telah berusaha mengontrol finansial klub, karena jika kami tidak mengambil alih situasi sepak bola Spanyol akan bangkrut. Memang klub-klub besar akan selamat, tapi sisanya tidak," katanya. (kid/kid)