Harga yang ditawarkan calo juga mencapai dua kali lipat, seperti tiket VIP yang dijual senilai Rp400 dari harga asli Rp200 ribu.
"Kami sebenarnya sudah membatasi per orang hanya boleh membeli tiga tiket. Namun, kami juga tak bisa berbuat apa-apa," ujar salah satu petugas penjualan tiket resmi di pintu timur, Dimas Laksono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiket final Piala Presiden, memiliki hologram merah tanda asli. (CNN Indonesia//Martinus Adinata) |
Namun, Dimas mengaku penjualan tiket on the spot kali ini mencapai 28 ribu, bukan 10 ribu tiket yang seperti yang direncanakan sebelumnya.
Menurutnya, tidak ada penambahan kuota tiket, tapi ada kuota suporter yang dikembalikan ke panitia.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, belum semua tiket terjual habis.
Koordinasi Dengan Raja Karcis
Terkait dengan keterlambatan penjualan tiket pagi tadi yang sempat menimbulkan kericuhan, Dimas mengaku pihak panitia tak mampu berbuat banyak.
Pasalnya, panitia harus berkoordinasi dengan penjualan tiket dalam jaringan Raja karcis dan pihak keamanan sebelum dapat membuka loket penjualan tiket.
"Harus koordinasi dulu. Karena tidak bisa jika di sini dibuka sementara di sana (penukaran tiket Raja Karcis di Pintu Tenggara) tidak," ujar Dimas melanjutkan. "Selain itu kita juga harus koordinasi dengan pihak keamanan jadinya sedikit terlambat."
Keterlambatan penjualan tiket itu sempat menimbulkan kericuhan di pintu utara. Namun, kericuhan langsung teratasi setelah kepolisian mengarahkan suporter yang mengamuk ke lokasi penjualan tiket lainnya.
(vws)
Tiket final Piala Presiden, memiliki hologram merah tanda asli. (CNN Indonesia//Martinus Adinata)