Saat ini dua penjaga gawang sedang berebut tempat di tim inti AC Milan, yaitu kiper berusia 16 tahun Gianluigi Donnarumma dan juga kiper senior Diego Lopez.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan berarti Lopez penjaga gawang yang buruk. Ia adalah pemain terbaik AC Milan musim lalu, dan ada peran penting Lopez dalam menahan Milan tidak terjerumus ke papan bawah. Hanya saja, musim ini ia tampik tidak konsisten dan tidak terlihat memiliki kepercayaan diri tinggi.
Menurut Mihajlovic, perubahan mental itu berkaitan erat dengan perubahan taktik ke formasi 4-3-3. Pelatih asal Serbia itu menganggap bahwa formasi 4-3-3 membuat lini bertahannya tidak selalu berada dalam tekanan.
Lopez mengakui bahwa Donnarumma adalah penjaga gawang yang luar biasa.
"Ia mengagumkan," kata Lopez tentang deputinya tersebut, seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport. "Ia sangat muda, tapi ia terlihat lebih tua 10 tahun dari yang sebenarnya. Saya tak ragu bahwa ia bisa mencetak sejarah di Milan."
Jelang laga melawan Juventus, Mihajlovic bisa saja tetap menempatkan Donnarumma sebagai palang terakhir pertahanan.
Pelatih asal Serbia itu juga terkenal sebagai pelatih yang tak mempedulikan nama besar, senioritas, atau kepopuleran. Ia takkan ragu mencadangkan pemain-pemainnya yang tak dalam performa bagus, meski telah membelinya dengan harga mahal di bursa transfer.
Jawaban Mihajllovic akan terungkap sabtu nanti. (vws)