"Saya percaya orang-orang berhak mengetahui semuanya. Saya pikir jika Anda ingin memiliki akuntabilitas, Anda harus tahu apa yang berada di dalam sana sehingga Anda bisa menilainya," ujar Pangeran Ali kepada media Jepang, Kyodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama dengan Sheikh Salman Bin Ebrahim Al Khalifa dari Bahrain, Jerome Champagne dari Perancis, Gianni Infantino dari Swiss, dan Tokyo Sexwale dari Afrika Selatan, Pangeran Ali merupakan tokoh sepak bola yang berulang kali menyuarakan perubahan di tubuh FIFA.
"FIFA tidak rusak. Tapi saat ini berada di dasar dan kita dapat membangunnya kembali," ujar Pangeran Ali menambahkan.
"Untuk itu kita harus terbuka, kita harus transparan. Tak hanya dari perkataan tapi juga perbuatan. Saya pikir itulah yang orang-orang inginkan dan kita harus memiliki panduan baru tentang cara kita bekerja."
Pemilihan presiden baru FIFA itu sendiri baru akan dilangsungkan pada Kongres FIFA di Swiss, 26 Februari mendatang. (ptr/ptr)