Performa impresif Greysia/Nitya di tahun 2015 ini membuktikan ganda putri nomor satu Indonesia ini bisa mempertahankan performa mereka usai meraih medali emas Asian Games 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asian Games adalah mini Olimpiade. Ganda putri terbaik ikut semua di Asian Games kemarin. Pesaing di luar Asia mungkin hanya Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl," ujar Rexy.
"Mereka harus kembali mengingat apa yang mereka persiapkan untuk Asian Games tersebut, apa yang mereka lakukan selama Asian Games tersebut. Dan hal itulah yang harus kembali dilakukan kali ini," tutur Rexy.
Satu keuntungan lainnya bagi Greysia/Nitya di Olimpiade nanti adalah wakil tiap negara maksimal hanya berjumlah dua wakil. Itu berarti Greysia/Nitya hanya akan menghadapi dua ganda putri China, Jepang, dan Korea.
Hal ini berbeda dengan turnamen super series, ketika mereka bisa berhadapan dengan 3-4 pasang dari negara yang sama dalam sebuah turnamen.
Saat ini, Greysia/Nitya duduk di peringkat keempat dunia, di bawah Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang), Luo Ying/Luo Yu (China), dan Juhl/Pedersen (Denmark). (ptr/ptr)