Pelatih Biliar Sumsel Husin Adhan mengatakan, sejak awal tahun, kesehatan Hekta (34) terus merosot. Dalam sebulan terakhir kemerosotan itu drastis dengan ditandai sudah terjadi komplikasi hingga ke paru-paru dan darah.
"Keluarga besar biliar Sumsel sangat kehilangan atas meninggalnya Hekta. Dia sosok yang menyenangkan, setia kawan, dan kocak," kata Husin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu, banyak yang bilang ke saya. Ada anak yang pintar main biliar di kawasan 10 Ulu yang sering main di Dewi Biliar. Lalu, saya datang ke Dewi kurang lebih dua pekan untuk mencarinya tapi tidak pernah ketemu, dan akhir saya cari ke rumahnya langsung minta ke orang tuanya. Sejak saat itu, Hekta menjadi atlet," ujar Husin.
Hekta pertama kali turun di Kejurnas 1999. Lantaran piawai di nomor snocker, Hekta selalu masuk dalam tim nasional SEA Games sejak tahun 2005 dan terakhir bermain di SEA Games tahun 2011 di Indonesia.
Pada SEA Games tahun 2009, ia meraih perunggu, dan sempat babak delapan besar pada Kejuaraan Dunia di Australia.
Beragam prestasi pun ditorehkan di kancah nasional, pada PON ke-17 di Kaltim meraih 1 perak dan 1 perunggu, PON ke-18 tahun 2012 di Riau meraih 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, dan terakhir pada Kejurnas di Pekalongan tahun 2013 dengan meraih satu emas dan satu perunggu. (antara/kid)