Namun, Pacquaio tetap menganggap pertarungan nanti duel yang amat penting. Bukan hanya soal gelar di ring tinju, laga tersebut rupanya ingin dijadikan momen baginya untuk mendulang suara baginya demi mempertahankan posisi sebagai Senator Filipina.
Ya, Pacquiao berniat untuk semakin mengibarkan kariernya di dunia politik setelah pensiun dari tinju profesional. "Ini laga terakhir saya. Setelah ini, saya ingin pensiun, gantung sarung tinju, dan fokus pada tanggung jawab besar dalam kehidupan saya, untuk membantu orang-orang,"kata peraih gelar di delapan kelas berbeda dalam 20 tahun kariernya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlalu Banyak Perantara
Amir Khan (kiri), batal bertarung menghadapi Manny Pacquiao setelah negosiasi alot. (REUTERS/Steve Marcusere) |
"Sebelum rencana melawan Timothy Bradley, kami sudah menegosiasi dan berusaha memastikan semua bisa diwujudkan lawan Amir. Tapi ternyata tidak berhasil," ucap Pacquiao.
"Terlalu banyak perantara dalam negosiasi itu, banyak perwakilan darinya (Amir), dan itu yang jadi penyebabnya."
Pihak Pacquiao akhirnya memutuskan untuk kembali adu tinju di ring dengan Bradley, untuk kali ketiganya.
Bersama dengan trainer barunya, Teddy Atlas, "The Desert Storm", julukan Bradley, pernah menjatuhkan Brandon Rios, pada ronde ke sembilan, sebelum perjumpaan ketiganya dengan Pacquiao.
"Teddy dan saya serta tim akan berlatih keras dan saya akan menjadi lebih cerdas, monster yang cerdas untuk duel 9 April nanti," ujarnya seperti dikutip dailymail.com. (bac)
