Hal itu diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi kala menerima sembilan Dubes RI baru dilantik yang berkunjung ke kantornya, Jakarta, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia akan menjadi tuan rumah pesta olahraga prestasi atau olimpiade di lingkungan Asia pada 2018 mendatang, Asian Games 2018. Dua kota di Indonesia, yakni Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah ajang tersebut.
"Kita pastikan bahwa Indonesia ini sangat siap untuk menjadi tuan rumah event apapun yang bertaraf internasional. Nah, ini sesungguhnya yang perlu diyakinkan kepada negara-negara sahabat. Untuk meyakinkan itu saya kira para duta besar yang mulia tentu akan melakukan diplomasi hebat kepada negara-negara lain," tutur Imam.
Tak hanya dalam bidang olahraga, Imam pun berharap para dubes itu akan menjadi bagian dari partisipasi kepemudaan Indonesia di dunia. Pasalnya para dubes itu nantinya akan menyambut anak-anak Indonesia yang akan ke luar negeri dalam rangka pertukaran pemuda, pelajar, maupun olahraga.
Terkait hal tersebut, Duta Besar RI untuk Bosnia-Herzegovina, Amelia Yani, menyatakan ia telah merencanakan mengikat kesepahaman dengan Menpora mengenai pertukaran atlet dan pelatih sebagai bagian dari tujuan revolusi mental.
"Saya berharap nantinya para atlet dan pelatih mungkin bisa melakukan pertukaran selama 3 sampai 4 bulan untuk membuka wawasan mereka. Kalau mereka butuh penginapan, makan,dan sebagainya, kami siap memfasilitasi," ujar Amelia.
Sementara itu Dubes RI untuk Panama, Budhy Santoso, menyatakan diplomasi dengan cepat pun akan dilakukan demi kewibawaan negara.
"Satu yang jadi penekanan Presiden adalah dubes pun harus mengubah mindset dengan terus kerja, kerja, dan kerja," katanya.
"Bukan hanya kerja-kerja-kerja, sekarang juga harus cepat, cepat, dan cepat. Diplomasi untuk rakyat." (kid)