Ketua Komisi X: Menpora Belum Bicarakan Bantuan untuk Rio

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 22:30 WIB
Ketua Komisi X: Menpora Belum Bicarakan Bantuan untuk Rio Rio Haryanto menjadi pebalap Indonesia yang pertama membalap kompetisi Formula One (F1). (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya mengaku Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi belum pernah berkomunikasi dengan resmi tentang dana bantuan untuk mendukung pebalap nasional Rio Haryanto di pentas Formula One (F1)

Teuku mengaku pihaknya selma ini baru mendengar kekurangan dana Rio tersebut hanya lewat pemberitaan di media massa. Walaupun begitu, Riefky menyatakan Komisi X pun mendukung Rio untuk berkompetisi di ajang balap jet darat tersebut.

"Anggaran untuk mendukungnya belum pernah diajukan Kemenpora dan hanya dibicarakan wacananya di media, nah ini yang kita sayangkan. Tapi tentu kalau dibahas pada APBNP (Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan)  bulan Mei, hal itu akan kita sambut dengan baik,” kata Teuku usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komite Ad Hoc Reformasi di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (22/2).


"Tetapi permasalahannya sudah telat belum?" sambung Teuku.

Meskipun telah resmi menjadi pebalap tim Manor Racing, Rio masih memerlukan dukungan dana untuk memenuhi persyaratan berkompetisi di ajang F1 secara penuh.

Tim asal Inggris itu meminta 15 juta euro sebagai syarat Rio menjadi pebalap mereka. Saat ini, pihak Rio baru membayarkan 5,2 juta euro yang berasal dari Pertamina sebesar 2,25 juta euro dan dana pinjaman senilai 3 juta euro.

Pertamina berjanji akan melunasi total 5 juta euro dana sponsor untuk Rio ketika pebalap 23 tahun itu sudah menjalani tiga seri F1.

Adapun Kemenpora menjanjikan dana Rp100 miliar, tapi hal tersebut masih perlu diajukan kepada Kementerian Keuangan dan menanti persetujuan Komisi X DPR RI.

Mengenai dana Rp100 millar yang akan melalui proses persetujuan Komisi X tersebut, Teuku menerangkan dana tersebut bisa saja dikeluarkan asalkan melalui mekanisme yang jelas.

"Mekanismenya adalah APBNP. Kalau di APBNP, tidak melanggar peraturan.Tapi sekarang saya tidak tahu kondisinya. Karena dengan dana pembinaan prestasi Kemenpora untuk 2016 hanya sekitar Rp700 miliar yang akan digunakan untuk PON, persiapan SEA Games, pengiriman Olimpiade, dan seterusnya. Ada 27 event baik yang sifatnya daerah, nasional maupun internasional. Nah itu kan tentu tidak cukup,” tutur Teuku.

Selanjutnya, Komisi X akan menggelar Rapat Kerja dengan Menpora pada 3 Maret 2016. Dan, persoalan tentang Rio disebut akan menjadi salah satu agenda yang akan dibahas. Selain itu, Teuku juga  mengaku Komisi X memiliki solusi untuk membantu Rio.

"Kita tahu bahwa tidak harus di Kemenpora, tapi Kementerian Pariwisata itu mempunyai program promosi manca negaranya sampai 3 triliun rupiah sendiri. Dan di situ yang disosialisasikan adalah WonderfulIndonesia.com , yang tujuannya adalah untuk menarik wisatawan-wisatawan asing sebagai devisa negara,” kata Teuku.

(kid/kid)