Salah satunya klub elite Indonesia Super League (ISL), Persib Bandung. Suara-suara lantang itu dilontarkan langsung oleh manajer Persib, Umuh Muchtar.
Umuh menyampaikan, harus segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan penetapan La Nyalla sebagai tersangka. "Dari awal sebelum penetapan (status tersangka), saya sudah bilang bahwa harus ada KLB," ujar Umuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya sudah seharusnya La Nyalla mundur, tak perlu menunggu proses persidangan, menanti vonisnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jawa Timur. Pertimbangan moral dan etika, ia menambahkan, sudah seharusnya jadi dasar bagi Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) untuk legowo mundur. "Saya minta, klub-klub harus dikumpulkan lagi untuk menyatukan suara. Situasinya sudah semakin parah," ucap Umuh.
"Pokoknya catat baik-baik, Persib minta KLB kalau sudah begini."
Umuh melanjutkan, sebenarnya permasalahan sanksi sepak bola di Indonesia bisa selesai jika dari sebelumnya La Nyalla dengan lapang dada mundur. "Lagi pula, apa yang mau ia pertahankan begitu ngototnya mempertahankan kursi Ketum PSSI?" katanya.
Umuh pun sangat setuju dengan rencana anggota Exco yang bakal menggelar rapat darurat apabila surat penetapan La Nyalla sebagai tersangka sudah keluar.
"Saya bukan sedang memihak pemerintah, tapi ini suara dari pelaku sepak bola yang menginginkan semua kekacauan ini bisa selesai," tukas Umuh.
Pada KLB, 18 April 2015 lalu, Umuh termasuk salah satu yang pernah vokal terkait terpilihnya La Nyalla karena mundurnya calon kuat seperti Joko Driyono jelang pemilihan. Ia bahkan sempat naik ke mimbar dan marah atas kejadian yang menurutnya seperti sandiwara tersebut.
Maklum, Umuh saat itu sudah menentukan pilihannya kepada Joko sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019. (bac)