Hal itu diutarakan asisten pelatih Arema, Joko Susilo, di Ruang Konferensi Pers GBK pada Sabtu siang (2/4). Ia mengimbau agar baik pemain maupun suporter dapat menahan diri untuk tidak berbuat onar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Joko pun menegaskan keyakinannya bahwa Aremania--sebutan untuk pendukung Arema--pun memiliki jiwa sportif dan menginginkan kedamaian.
Akan tetapi, Joko yakin timnya telah banyak berubah dan akan lebih baik pada saat final Piala Bhayangkara nanti. Baginya yang terpenting adalah bermain dengan baik dan maksimal.
Itu pun dibuktikan dengan kemenangan Arema atas Sriwijaya FC dalam partai semifinal yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (31/3). Arema kala itu menang lewat gol semata wayang bek sayap Johan Ahmad Alfarizie di ujung babak pertama.
"Semifinal berhasil, insya allah di final bisa terulang lagi. Kami harus bisa bermain maksimal. Secara recovery kami kalah, tapi besok kami tekankan kepada seluruh elemen tim agar kita main dengan hati.
"Bermain dengan hati adalah alasan kami optimis dapat menang melawan Persib," ujar Joko.
(kid)