Ketika Gelora Bung Karno Berwarna Biru

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Minggu, 03/04/2016 16:44 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pertemuan dua kesebelasan 'berwarna' biru yaitu Arema Cronus dan Persib Bandung membuat Stadion Utama GBK ramai dipenuhi warna tersebut.

Aremania dari Malang melewati hingga empat provinsi untuk mencapai Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, guna mendukung tim kesayangan mereka Arema Cronus beradu dengan Persib Bandung memperebutkan trofi Piala Bhayangkara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Stadion Utama Gelora Bung Karno yang kerap diwarnai merah dan putih ketika Timnas Indonesia bertanding pun menjadi warna biru, karena seragam kebanggaan Persib dan Arema sama-sama biru. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Demi mengamankan partai final yang merupakan hajat dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) itu belasan ribu personel gabungan diturunkan untuk mengamankan lokasi di final di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ketua OC Piala Bhayangkara Irjen Pol Condro Kirono mengatakan personel keamanan yang akan dilibatkan mencapai 11.500 untuk Polda Metro Jaya dan gabungan dengan unsur TNI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para pendukung Persib Bandung yang kerap disapa bobotoh mengantri seraya memegang tiket untuk masuk ke Stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 3 April 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Jodie Rooseto menyatakan pihaknya tetap mengawal suporter Persib Bandung saat berangkat hingga pulang dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menpora Imam Nahrawi menyatakan kehadiran Aremania dan juga Bobotoh Persib di SUGBK akan menjadi sejarah baru dalam sepak bola nasional. Tentu saja asal tak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oknum-oknum suporter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Demi partai final Piala Bhayangkara, Polda Metro Jaya telah melakukan tindakan sterilisasi di kawasan SUGBK sejak pukul 06.00 WIB. Sterilisasi itu wajib dilakukan, salah satunya karena Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan hadir pula. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)