Kemenangan Mencengangkan Willett di US Masters

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Senin, 11/04/2016 07:45 WIB
Kemenangan Mencengangkan Willett di US Masters Danny Willett merebut gelar Jaket Hijau atau gelar juara The US Masters. (Rob Schumacher-USA TODAY Sports)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesuksesan pegolf Inggris Danny Willett merebut Jaket Hijau -- simbol pemenang turnamen US Masters di klub golf Augusta National -- bisa dikatakan sangat mencengangkan.

Bukan hanya karena dua pekan lalu ia masih tak yakin bisa tampil di Masters, tapi juga karena berbagai kesalahan yang dilakukan Jordan Spieth ketika nyaris di ambang juara.

Spieth yang menjadi juara Masters tahun lalu, hanya berjarak sembilan lubang untuk mengulangi prestasi tahun lalu. Tapi ia membuang semuanya ketika memasuki Amen Corner dengan mencatatkan torehan yang sangat buruk untuk ukuran Augusta National.


Di tiga lubang pertama, Spieth menyelesaikannya dengan catatan enam pukulan di atas par, termasuk melakukan quadruple bogey di lubang ke-12.

Sementara Willet yang semula tertinggal lima pukulan ketika menjalani enam lubang terakhir, sukses mencatatkan birdie di tiga dari enam lubang tersebut.

Willet kemudian menutup hari terakhir Masters dengan 67 pukulan (lima di bawah par), tanpa sekalipun mencatat bogey.

Pegolf 28 tahun itu bahkan tak memikirkan kemenangan ketika mengikuti Masters, karena istrinya dijadwalkan untuk melahirkan anak pertamanya pekan-pekan ini.

Putra mereka, Zachariach James, lahir pada 30 Maret atau 12 hari lebih awal, dan membuat langkah Willett mengikuti Masters lebih leluasa lagi.

Kesuksesan Willett ini mengakhiri puasa gelar pegolf-pegolf Eropa di Augusta National, dan dia menjadi pegolf Inggris pertama yang memenangi Masters sejak Nick Faldo pada 1996 sialm.

"Ini sangat gila," kata Willett sebelum mengenakan Jaket Hijau, seperti dikutip dari Reuters. "Anda tidak bisa menggambarkan emosi dan perasaaan saya."

"Kami semua hanya mencoba untuk memainkan golf dengan baik. Untungnya ini adalah hari baik saya. Ini hari yang sangat tidak terasa nyata."

Sementara itu, Spieth mengatakan bahwa hari ini sangat sukar untuk ia terima.

"Saya sangat kecewa dengan yang ini. Benar-benar 30 menit yang sangat sukar bagi saya dan semoga saya tak perlu mengalaminya lagi." (vws)