Wei merasa Stadion Madya terlalu kecil untuk atletik, cabor utama di tiap penyelenggaraan pesta olahraga multi-cabang seperti Asian Games.
"Di setiap perhelatan multi-event, atletik merupakan cabor nomor satu. Atletik selalu berada di panggung utama. Oleh karena itu yang ada saat ini (Stadion Madya) saya rasa kurang mencukupi," ujar Wei di kantor KOI, Kamis (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penilaian Wei terhadap Stadion Madya sendiri bukan vonis akhir karena keputusan masih harus menunggu rapat antara OCA dan juga federasi atletik dunia.
Namun, Wei menyatakan akan lebih baik jika venua atletik itu dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
"Jadi ini masih merupakan isu yang ditunda karena masih harus didiskusikan dengan federasi atletik internasional. Posisi saya adalah saya tak menolak, tetapi juga tak menyetujui," ujar Wei melanjutkan.
"Akan lebih baik jika atletik dilangsungkan di SUGBK. Satu hal yang pasti, saya dapat mengatakan atletik dipastikan akan dilangsungkan di Jakarta."
Selain Stadion Madya, Wei juga menyoroti venue akuatik di kompleks SUGBK yang dinilai harus mengalami perombakan besar-besaran.
"Semua lapangan renangnya tidak memenuhi standar. Jadi harus total renovasi," ujar Wei.
(vws)