OCA Sebut Stadion Madya Buruk untuk Citra Indonesia

Martinus Adinata, CNN Indonesia | Kamis, 14/04/2016 17:39 WIB
OCA Sebut Stadion Madya Buruk untuk Citra Indonesia Ilustrasi cabang atletik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stadion Madya Senayan yang akan menjadi tempat digelarnya pertandingan cabang olahraga (cabor) atletik di Asian Games 2018 mendapatkan sorotan dari wakil presiden Komite Olimpiade Asia, Wei Jizhong.

Wei merasa Stadion Madya terlalu kecil untuk atletik, cabor utama di tiap penyelenggaraan pesta olahraga multi-cabang seperti Asian Games.

"Di setiap perhelatan multi-event, atletik merupakan cabor nomor satu. Atletik selalu berada di panggung utama. Oleh karena itu yang ada saat ini (Stadion Madya) saya rasa kurang mencukupi," ujar Wei di kantor KOI, Kamis (14/4).


Menurut Wei, kondisi Stadion Madya saat ini hanya memungkinkan untuk menjadi tempat latihan, lantaran dari segi kapasitas tak memungkinkan menjadi venue cabor utama Asian Games.

"Jadi tentunya tak akan menjadi citra yang bagus untuk Indonesia sebagai tuan rumah, karena cabor utama seperti atletik akan selalu menjadi sorotan utama," ujar Wei melanjutkan.

"Selain itu, tentunya Stadion Madya juga tak bagus untuk citra Asian Games sendiri."

Penilaian Wei terhadap Stadion Madya sendiri bukan vonis akhir karena keputusan masih harus menunggu rapat antara OCA dan juga federasi atletik dunia.

Namun, Wei menyatakan akan lebih baik jika venua atletik itu dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

"Jadi ini masih merupakan isu yang ditunda karena masih harus didiskusikan dengan federasi atletik internasional. Posisi saya adalah saya tak menolak, tetapi juga tak menyetujui," ujar Wei melanjutkan.

"Akan lebih baik jika atletik dilangsungkan di SUGBK. Satu hal yang pasti, saya dapat mengatakan atletik dipastikan akan dilangsungkan di Jakarta."

Selain Stadion Madya, Wei juga menyoroti venue akuatik di kompleks SUGBK yang dinilai harus mengalami perombakan besar-besaran.

"Semua lapangan renangnya tidak memenuhi standar. Jadi harus total renovasi," ujar Wei.

(vws)