Lebih jauh lagi, Wei menegaskan dirinya dan OCA tak pernah meragukan kredibilitas Indonesia sebagai tuan rumah dan juga puas dengan perkembangan renovasi di sejumlah venue.
"OCA tidak pernah meragukan kredibilitas Indonesia (sebagai tuan rumah). Mungkin keraguan itu justru ada di diri Anda sendiri. Kami tidak pernah begitu," ujar Wei di Kantor KOI, Kamis (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Renovasi terbesar hanya di aquatik. Semua lapangan renangnya tidak memenuhi standar. Jadi harus total renovasi," ujar Wei melanjutkan. "Selain itu perlu juga ditambahkan atap di sana. Tapi saya yakin semuanya akan selesai tepat waktu karena itu seharusnya mudah dilakukan."
"Setelah meninjau, kami setuju untuk membangun atap. Kebijakan indoor sendiri merupakan kewajiban negara (penyelenggara) yang memiliki empat musim, tetapi karena Indonesia iklimnya tropis, tinggal diberi atap saja," ujar Wei menjelaskan.
"(Lagipula) Jika membangun lapangan indoor maka biaya perawatannya akan sangat besar di masa depan karena membutuhkan pendingin udara dan sebagainya." (vws)