Dudek merasa tak lagi memiliki tempat di skuat Benitez ketika pelatih asal Spanyol itu membawa kiper baru, Pepe Reina, hanya lima hari berselang setelah partai final UCL. Di laga tersebut, Dudek menjadi pahlawan dalam drama adu penalti.
"Saya sangat senang berada di Liverpool, tapi Benitez jelas-jelas tidak menginginkan saya," kata eks penjaga gawang tim nasional Polandia itu dalam buku biografi barunya A Big Pole in Our Goal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dudek mengaku telah coba menghubungi Benitez untuk mengklarifikasi rumor itu, tapi menurutnya Benitez mengulur-ulur waktu penyelesaian masalah. Dudek juga menginginkan pindah ke FC Cologne di Liga Jerman dan lagi-lagi menyalahkan Benitez karena proses transfernya terhambat.
"Saya sangat marah dengannya. Teramat marah. Dan di kepala saya saya bisa mendengar suara setan berkata pada saya 'pukul ia tepat di muka -- pukul ia di muka dan ia akan mengizinkamu pergi ke Jerman'..."
Terlepas dari masalah pribadinya dengan Benitez, Dudek sendiri tetap memuji kemampuan taktikal sang pelatih.
"Ia bukan seorang yang bodoh yang hanya memiliki teori-teori saja. Masalahnya adalah ia bukan seorang yang pintar mengatur orang, sehingga selalu menemui masalah setiap kali mengatur sekelompok orang," kata Dudek. (vws)