"Saya tak ingin menyebut kata bertikai dalam hal dualisme tenis meja), saya pikir kedua belah pihak saat ini belum merasa cocok saja antara satu sama lain," ujar Ketua Penyelenggara Piala Wikanta, Eddy P. Wikanta, ketika disinggung mengenai dualisme PP PTMSI, Rabu (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Eddy mengharapkan turnamen itu akan dapat menjadi wadah persiapan para atlet tenis meja menjelang SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Indonesia.
"Pemerintah sangat mengapresiasi ini semua karena tenis meja Indonesia saat ini kekurangan event," ujar Isnanta.
"Jadi pemerintah sangat mengapresiasi jika ada turnamen dan ada keinginan untuk memperbaiki prestasi tenis meja Indonesia. Ini semua juga tak menggunakan dana APBN, sehingga sangat diapresiasi dunia usaha turut terlibat dalam pengembangan tenis meja."
Bagi peraih medali perunggu di ajang Paralimpik 2012 lalu, David Yacobs, turnamen Wikanta akan menjadi salah satu langkah persiapannya jelang Paralimpik selanjutnya. Paralimpik 2016 akan digelar di Rio de Janeiro, Brasil pada September mendatang.
"Di Paralimpik nanti saya tentunya juga ingin mempersembahkan medali emas. Tapi minimal saya bisa mengulangi prestasi sebelumnya yaitu meraih perunggu," kata David.
(kid)