Kelompok 85 yang terdiri dari klub-klub anggota PSSI dikabarkan tak mau menghadiri Kongres Tahunan PSSI yang akan digelar di Balikpapan pada 1 Juni 2016. Mereka menuntut agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu dekat.
Bila dalam waktu maksimal tiga bulan permintaan itu tak ditanggapi, maka mayoritas anggota PSSI itu mengancam akan mengadu ke FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tapi arena kongres adalah arena legalitas untuk setahun berikutnya. Pemilik kedaulatan ada di tangan kongres.”
Hinca mengabarkan bahwa permintaan Kelompok 85 tersebut sudah direspons PSSI dengan menunjuk Wakil Ketua Umum Erwin Dwi Budiawan dan anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Aprilani -- dibantu oleh kesekjenan PSSI -- untuk segera merespons, mempelajari, serta memverifikasi permintaan tersebut dengan baik.
“Ketika kita ngomongin KLB, harus dimulai dengan verifikasi. Lalu kami harus membentuk komite pemilihan, komite banding pemilihan. Sebab jika KLB terjadi, harus ada calon-calon yang diajukan. Prosesnya masih panjang.”
“Seorang pemilih memiliki tanggung jawab moral dengan yang dipilihnya pada KLB PSSI tahun lalu. Jadi belum juga bekerja, Anda sudah minta KLB itu sesuatu yang tidak patut juga. Jadi alasannya harus jelas,” ujar Hinca.
(bac)