"Menurut saya, di manapun terjadi gesekan dan melanggar hukum, langsung diproses secara hukum. Dipidanakan. Jangan menunggu laporan dari panpel, tidak bisa!" kata Imam kepada para awak media di Kantor Bupati Manggarai Barat pada Senin siang (23/5).
"Kalau seperti ini terus, tidak akan ada yang melaporkan karena panpelnya takut ancaman."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain insiden itu, terjadi dua insiden suporter tewas dalam dua pekan terakhir. Salah satu suporter Persija Jakarta, Muhammad Fahreza, diduga meninggal akibat dianiaya aparat, ketika hendak menyaksikan laga antara Persija Jakarta melawan Persela Lamongan di Stadion GBK, Jumat (13/5).
"Yang paling penting adalah ada regulasi yang mengatur kompetisi. Jika ada peristiwa yang merugikan kompetisi ini, seperti keributan dan sebagainya, harus ada tindakan tegas: pengurangan poin atau pengurangan pendanaan."
"Lebih dari itu harus ada tindakan, karena klub yang pendukungnya membuat kerusuhan harus dikeluarkan dari liga."
Imam menerangkan peristiwa-peristiwa ini akan menjadi evaluasi Kemenpora. Ia juga mengaku hal tersebut selalu membuat dirinya risau.
"Menurut saya ini momentum untuk mendorong agar aparat hukum bertindak tegas kepada siapapun yang membuat kerusuhan di lapangan," ucapnya.
Lihat juga:PS TNI Minta Maaf Insiden Kericuhan Suporter |
(arby)