Keputusan Komdis ISC diambil setelah menggelar sidang pada Selasa (28/6) malam dan dirilis di situs resmi kompetisi tersebut. Komdis juga menyatakan bahwa "pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat pada hukuman yang lebih berat termasuk, atau namun tidak terbatas, larangan tanpa penonton."
Sanksi ini berbeda dari rekomendasi Kementerian Pemuda dan Olahraga yaitu melarang pertandingan Persija dihadiri penonton di sepanjang musim ISC 2016, minimal JakMania tidak boleh mengenakan atribut dalam bentuk apapun selama enam pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laga Persija versus Sriwijaya terjadi kerusuhan yang menyebabkan pertandingan dihentikan pada menit ke-77. Saat itu Sriwijaya dalam posisi unggul 1-0 berkat gol Hilton Moreira.
Polisi sempat menangkap dan menginterogasi 155 anggota The Jakmania atas insiden tersebut dan menetapkan tujuh tersangka.
Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Senin (27/6) menyatakan akan mengevaluasi izin bertanding yang dipegang Persija karena tak ingin insiden kerusuhan kembali terulang.
Seorang suporter Persija, Muhammad Fahreza, diduga meninggal akibat dianiaya pihak keamanan, ketika klub ibu kota itu tampil di SUGBK, 13 Mei lalu. Satu pekan berselang, suporter PSS, Stanislaus Gandhang Deswara (16), diduga meninggal akibat bentrokan dengan suporter lainnya di Jalan Magelang KM 14, Triharjo, Sleman, Minggu (22/5) dini hari WIB.
Tak hanya itu, suporter tim PS TNI juga pernah terlibat bentrokan dengan pendukung Persegres Gresik, Minggu (22/5).