Hal ini diungkapkan Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, setelah bertemu dengan auditor sistem informasi dari Komite Olimpiade Asia (OCA) pada Minggu (28/8) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami katakan Indonesia sangat siap sekali. Meskipun ada kendala di dua kota yang terpisah, tapi kami siap dalam arti operator selama ini berkomitmen bantu kami. Dan meskipun AG2018 masih dua tahun lagi, saat ini kami sudah well prepare."
"Kekhawatiran mereka tidak salah, karena selama ini banyak kasus lembaga/institusi diretas. Dan untuk masalah gangguan IT, Indonesia itu terbesar kedua setelah Ukraina. Kadang serangan hack itu tak datang dari luar negeri," ucap Gatot.
"Mereka (OCA) wanti-wanti untuk tolong hati-hati dengan keamanan IT."
Di masa mendatang, menurut Gatot, Kemenpora akan melibatkan suatu tim keamanan IT dalam AG2018, yang tugasnya menjamin keamanan jaringan digital.
"Mereka (OCA) percaya dengan kami. Tapi karena Indonesia punya catatan kurang baik di IT Security, jadi khawatir. Kalau SDM (Sumber Daya Manusia) terkait IT, Indonesia tidak kalah bagus dengan negara lain," ujar Gatot.
(vws)