Pada Selasa (27/9), juru taktik yang dikenal dengan sapaan Big Sam itu menemui Direktur Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Clarke dan kepala eksekutif FA Martin Glenn. Dalam pertemuan itu Allardyce mengaku meminta maaf, termasuk atas orang-orang yang disinggung dalam perbincangannya yang direkam sembunyi-sembunyi oleh wartawan Telegraph yang menyamar.
Allardyce yang mendapat gaji 3 juta poundsterling per tahun dari FA, diduga menggunakan jabatannya untuk mendapatkan 400 ribu poundsterling. Uang tersebut digunakan untuk membayar Allardyce, yang nantinya akan memberikan nasihat bagaimana mengakali peraturan FA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun itu dibuat jelas selama pembicaraan yang terekam bahwa setiap kesepakatan yang diajukan membutuhkan persetujuan penuh dari FA, saya menilai saya telah membuat beberapa komentar yang telah menyebabkan malu," kata mantan arsitek Sunderland dan West Ham United tersebut.
"Dalam pertemuan [dengan FA] saya diminta mengklarifikasi apa yang telah saya katakan [dalam video rekaman hasil investigasi] dan konteks dalam perbincangan [dengan reporter yang menyamar]. Saya bekerja sama penuh untuk menghormati ini," ujar Allardyce.
"Saya juga menyesali komentar saya tentang individu-individu lainnya."
Sementara itu Clarke menegaskan Allardyce memutuskan mundur, dan bukan dipecat karena posisinya yang tak nyaman tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, sambung Glenn seperti dikutip dari situs FA, Allardyce pun mendiskusikan persoalan-persoalan yang berpotensi mengakali aturan-aturan FA.
Glenn sendiri masih menilai Allardyce sebagai sosok yang sebetulnya tepat untuk menukangi timnas Inggris. Glenn lalu mengaku terpukul dengan keputusan Allardyce.
Allardyce ditunjuk manajer timnas Inggris pada Juli silam. Ia mengganti Roy Hodgson yang gagal membawa skuat Tiga Singa berjaya di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016. Allardyce awalnya dikontrak dua tahun untuk membawa timnas Inggris ke Piala Dunia 2018.
Kini, dengan mundurnya Allardyce, timnas Inggris sementara dipimpin Gareth Southgate.
Selanjutnya FA akan mencari juru taktik permanen. Selain Southgate, manajer AFC Bournemouth Eddie Howe, manajer Crytal Palace Alan Pardew, dan manajer Hull City Steve Bruce menjadi kandidat yang diperhitungkan. (har)