Andy Murray Sukses Akhiri Dominasi Empat Tahun Djokovic
Dika Dania Kardi | CNN Indonesia
Senin, 07 Nov 2016 12:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Petenis asal Skotlandia, Andy Murray, berhasil memetik buah hasil jerih payahnya. Kini Murray berhasil melengserkan Novak Djokovic dari posisi petenis putra nomor satu dunia.
Peringkat pertama petenis dunia (ATP) didapat Murray setelah memenangi kejuaraan Paris Masters, Minggu (6/11). Di partai final, Murray mengalahkan petenis Amerika Serikat, John Isner, 6-3 6-7 (4/7) 6-4.
Murray akan mengakhiri empat tahun dominasi petenis Serbia, Novak Djokovic, di peringkat ATP usai turnamen final di London pada 13-20 November mendatang.
"Ini sebuah perjalanan yang luar biasa bagi saya untuk mendapatkan peringkat pertama [ATP]," kata Murray seperti dikutip dari AFP.
"Saya merasa sedikit tegang sebelum pertandingan hari ini, dan saya senang atas pencapaian ini."
Gelar di Paris adalah trofi beruntun keempat bagi Murray setelah di Beijing, Shanghai, dan Wina. Adapun bagi Murray, itu adalah gelar ke-14 di kejuaraan bertipe Masters.
"Ini akan menyenangkan jika bisa menyelesaikan tahun sebagai nomor satu, namun saya bahagia dengan cara saya menuju ke sana," kata Murray.
"Saya harus memberikan selamat kepada Andy, pertama untuk gelar Paris Masters, dan kemudian menjadi nomor satu di dunia. ini pencapaian yang luar biasa, Anda pantas mendapatkannya," kata John Isner memuji Murray. (har)
Murray akan mengakhiri empat tahun dominasi petenis Serbia, Novak Djokovic, di peringkat ATP usai turnamen final di London pada 13-20 November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa sedikit tegang sebelum pertandingan hari ini, dan saya senang atas pencapaian ini."
"Ini akan menyenangkan jika bisa menyelesaikan tahun sebagai nomor satu, namun saya bahagia dengan cara saya menuju ke sana," kata Murray.
"Saya harus memberikan selamat kepada Andy, pertama untuk gelar Paris Masters, dan kemudian menjadi nomor satu di dunia. ini pencapaian yang luar biasa, Anda pantas mendapatkannya," kata John Isner memuji Murray. (har)