Pencak Silat Indonesia Minta Dukungan Dana Rp100 Miliar

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Rabu, 16/11/2016 12:14 WIB
Pencak Silat Indonesia Minta Dukungan Dana Rp100 Miliar Ilustrasi Pencak SIlat. IPSI meminta pemerintah menggelontorkan dana lebih besar lagi untuk olahraga pencak silat. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI), Edhy Prabowo, meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga lebih mendukung program pembinaan pencak silat di masa mendatang. Ia menyebut Rp 100 miliar per tahun cukup untuk pembinaan pencak silat.

"Rp1 miliar masing-masing diberikan pada 34 pengprov, sisanya dikelola PB. Rp 34 miliar itu kemudian digunakan untuk pembinaan atlet, uji coba ke luar negeri, dan lain-lain. Tentunya ini dengan aturan-aturan yang benar," kata Edhy, pascajumpa pers di Ruang Fraksi Partai Gerindra di Lantai 17 Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (15/11) siang.

Lebih lanjut, Edhy mengaku selama ini belum pernah ada anggaran khusus untuk pencak silat.


"Pencak silat memang ada dalam ekstrakulikuler di dunia pendidikan, tetapi yang kami maksud adalah pencak silat ini diberikan anggaran khusus untuk pembinaan. Kami sekarang sedang menjalin komunikasi dengan Kemenpora," ucap Edhy

"Dulu sempat kami komunikasikan soal hal ini dengan Anies Baswedan saat masih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, beliau menyambut baik. Kenapa kami libatkan banyak pihak? Karena kami takutkan ada kecemburuan di antara cabang-cabang olahraga. Pencak silat ini kan tidak hanya sebatas olahraga, tapi ada pendidikan dan budaya juga," ucapnya menambahkan.

Indonesia akan menggelar kejuaraan dunia pencak silat ke-17 pada 3-8 Desember mendatang di Bali. Dalam kurun waktu tersebut, IPSI juga akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IPSI yang salah satu agendanya adalah memilih ketua umum baru.

Edhy mengatakan rangkaian ajang kejuaraan dunia tersebut menghabiskan biaya hingga Rp 14,8 miliar.

"Biaya cukup besar karena kami akan memberikan subsidi ke beberapa negara yang ingin mengembangkan silat. Saya pikir ini bagian dari pengembangan promosi pencak silat. Kami berharap tokoh nasional akan semakin banyak yang membantu perkembangan pencak silat," kata Edhy.

"Untuk biaya kejuaraaan dunia, termasuk munas IPSI, kami kolektif dengan mengajak teman-teman yang peduli pencak silat, pemerintah, BUMN, juga kami minta turut serta. Kami harapkan Pak Prabowo (Subianto, Ketum IPSI) tidak terlalu banyak mengeluarkan uang pribadinya untuk ini," katanya melanjutkan.

(vws)