Sosok Penting di Balik Kejayaan Schumacher

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 03/01/2017 21:21 WIB
Sosok Penting di Balik Kejayaan Schumacher Ross Brawn (kiri) menjadi sosok penting di balik kesuksesan Michael Scumacher di F1. (AFP PHOTO/PAOLO COCCO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesuksesan pebalap legenda Formula Satu (F1) Michael Schumacher di lintasan balap tak lepas dari peran Ross Brawn. Pria asal Inggris punya andil besar membuat Schumacher berjaya.

Brawn merupakan mantan insiyur motorsport dan kepala tim F1. Pria berusia 62 tahun tersebut pernah bekerja sebagai direktur teknik tim Benetton dan Ferrari. Dua tim yang membesarkan nama Schumacher di F1.

Hubungan kerja antara Brawn dan Schumacher terjalin sejak 25 tahun silam. Kala itu Brawn masih bekerja sebagai Direktur Tim Benetton, tim baru Schumacher setelah meninggalkan Jordan di pertengahan musim 1991.


Bersama Benetton, Brawn dan Schumacher berhasil menyabet gelar juara F1 musim 1994 dan 1995. Tim Benetton pun terpilih sebagai konstruktor terbaik pada musim 1995.

Pada akhir 1996, Brawn mengikuti kepindahan Schumacher ke tim Ferrari. Setelah empat tahun bereksperimen, Brawn sebagai direktur teknik kemudian mengembalikan kejayaan Ferrari di tengah dominasi tim Williams dan McLaren kala itu.

Ferrari yang sebelumnya sepi gelar selama kurang lebih 20 tahun, memenangkan predikat konstruktor terbaik pada 1999 yang kemudian mereka pertahankan selama lima kali beruntun.

Tak hanya itu, Brawn juga membantu Schumacher menyabet lima gelar berturut-turut dari 2000 hingga 2004. Duet Brawn dan Schumacher membuat para pencinta balap F1 menyebut mereka dalam Ferrari dengan sebutan 'Tim Impian'.

Schumacher sempat pensiun pada akhir musim 2006 dan menjadi konsultan untuk tim Ferrari. Tiga tahun kemudian, ia memutuskan untuk kembali membalap bersama tim Mercedes, tentu dengan kehadiran Brawn di dalamnya.

"Hanya kombisnasi ini (Schumacher-Brwan) yang membuat saya ingin kembali membalap. Tak ada kombinasi lain karena Ross merupakan teman saya sejak lama, dia kenal betul saya dalam setiap detil," kata Schumacher delapan tahun lalau seperti yang dikutip dari GP Update.

"Kami berdua memenangkan banyak balapan, kami melalui masa-masa sulit, yang pada akhirnya kami selesaikan dengan cara yang baik," sambungnya.

Schumacher pensiun untuk yang kedua kalinya pada 2012, setelah mendapati performanya tak sebaik dahulu. Sebab, ia tak lagi mampu menembus peringkat lima besar dalam masa pengabdian dua tahun di tim Mercedes.

Kendati demikian, Brawn menilai Schumacher turut berkontribusi dalam struktur organisasi di Mercedes yang pengaruhnya masih dirasakan hingga kini.

"Dia membantu menciptakan kesuksesan yang kami dapatkan di Ferrari dan dia melanjutkan pendekatannya di Mercedes," katanya seperti yang dikutip dari CNN.

Posisi Schumacher kemudian digantikan pebalap Inggris, Lewis Hamilton. Dua tahun setelah Schumacher pensiun, Hamilton berhasil merebut gelar juara F1 pada musim 2014. Ini merupakan gelar ketiga Mercedes sejak kali terakhir diraih pada 1955.

Tak hanya itu, di musim tersebut Mercedes juga menjadi konstruktor terbaik. Mercedes kemudian secara beruntun menyabet gelar juara dunia dan konstruktor terbiak pada 2015 dan 2016. (jun)