Pelatih Kepala Tunggal Putri Bulutangkis Diumumkan Februari
CNN Indonesia
Selasa, 10 Jan 2017 21:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti mengaku belum bisa menyebut nama kepala pelatih tunggal putri nasional. Rencananya, awal Februari nama itu baru bisa diumumkan.
"Nanti awal Februari kalau sudah pasti akan diumumkan melalui Humas (Hubungan Masyarakat PP PBSI)," kata Susy melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/1).
Meski belum memiliki kepala pelatih di sektor tunggal putri, Susy menerangkan kekosongan itu sudah bisa ditutupi dengan adanya tiga pelatih lain di pelatnas. Untuk sektor tunggal putri utama, PBSI sudah menunjuk Minarti Timur sebagai asisten pelatih.
Sedangkan untuk tunggal putri pratama, ada nama Jeffer Rosobin dan Herly Jaenudin sebagai pelatih.
"Tinggal satu lagi kan? (pelatih tunggal putri yang belum terpilih). Kan, yang tiga sudah melatih tim putri. Mudah-mudahan awal Februari semua sudah final," akunya.
Sebelumnya, Susy menerangkan PBSI sebetulnya membuka slot untuk 20 pelatih guna menangani lima nomor baik utama maupun pratama. Sementara untuk nama yang akan ditunjuk tak perlu menunggu lama.
"Sudah hampir final (penunjukan kepala pelatih tunggal putri utama pelatnas)," kata Susy.
"Kami memang lebih selektif untuk memilih kepala pelatih tunggal putri karena bebannya lebih besar. Kami mau tunggal putri kita jadi tim kuat ke depannya. Jadi tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga menengah dan jangka panjang," tukas Susy.
"Nanti awal Februari kalau sudah pasti akan diumumkan melalui Humas (Hubungan Masyarakat PP PBSI)," kata Susy melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal satu lagi kan? (pelatih tunggal putri yang belum terpilih). Kan, yang tiga sudah melatih tim putri. Mudah-mudahan awal Februari semua sudah final," akunya.
"Sudah hampir final (penunjukan kepala pelatih tunggal putri utama pelatnas)," kata Susy.
"Kami memang lebih selektif untuk memilih kepala pelatih tunggal putri karena bebannya lebih besar. Kami mau tunggal putri kita jadi tim kuat ke depannya. Jadi tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga menengah dan jangka panjang," tukas Susy.