Seperti dirilis Panitia Besar (PB PON), terdapat 14 atlet terindikasi doping dan tujuh di antaranya berasal dari binaraga. Sisanya, dua dari menembak, satu dari berkuda, dan satu lainnya dari angkat berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KONI Pusat juga mendesak panitia pelaksana multi ajang olahraga di Indonesia untuk ikut aktif melakukan sosialisasi doping melalui LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia).
Sanksi Tegas
Selain sanksi pencabutan medali yang dilakukan PB PON, KONI Pusat masih akan menunggu hasil dari pemeriksaan Dewan Displin bentukan Kemenpora bersama LADI.
Dewan Disiplin yang anggotanya terdiri dari pakar hukum olahraga, pakar kesehatan, pengurus olahraga dan mantan atlet yang lima tahun aktif menekuni olahraga ini akan melakukan dengar pendapat dengan para atlet yang positif doping.
"Dewan Disiplin itulah yang akan menentukan sejauh mana kualifikasi pelanggaran yang dilakukan. Bisa saja atlet itu tidak tahu atau memang tahu, atau juga atlet itu menjadi korban dari pihak lain. Nanti baru akan ditentukan sanksi berikutnya," jelas Inugroho.
KONI Pusat berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada atlet yang positif doping. Larangan tampil dalam segala kejuaraan selama empat tahun bakal diberlakukan sebagai efek jera.