Manor Resmi Bangkrut, Sekitar 200 Insan F1 Menganggur

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 29/01/2017 01:00 WIB
Manor Resmi Bangkrut, Sekitar 200 Insan F1 Menganggur Ketika Manor Racing resmi dinyatakan bangkut, nasib lebih dari 200 orang yang bekerja untuk tim Formula One (F1) pun terancam tak berpenghasilan. (AFP PHOTO / JOHN THYS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika Manor Racing resmi dinyatakan bangkut, nasib lebih dari 200 orang yang bekerja untuk tim Formula One (F1) pun terancam. Tim balap F1 yang bermarkas di Oxfordshire, Inggris, itu mempekerjakan lebih dari 200 staf untuk mendukung kinerjanya.

Namun, semenjak masuk ke bursa untuk mencari pembeli baru, Manor tak mampu. Walhasil, tim yang pernah dibela pebalap Indonesia Rio Haryanto di setengah musim kompetisi 2015 itu pun resmi dinyatakan bangkrut.

Kebangkrutan Manor diumumkan resmi oleh konsultan, FRP Advisory. Konsultan bisnis itu membantu pemilik Manor untuk mencari calon investor baru. Menurut FRP Advisory, Manor Racing sudah merumahkan seluruh staf mereka pada Jumat (27/1) lalu.


Manor pun berjanji akan membayarkan gaji 212 karyawannya yang sudah dirumahkan pada akhir Januari 2017.

"Kami sudah merumahkan seluruh karyawan sejak 27 Januari 2017 lalu,” kata konsultan dari FRP Advisory, Geoff Rowley seperti dikutip dari BBC Sport.

"212 staf akan diberikan gajinya pada 31 Januari 2017,” demikian pernyataan Rowley.

Tanpa Manor, kompetisi F1 musim ini pun tinggal diikuti 10 tim. Sebelum bangkrut, Manor telah berupaya ditawarkan ke investor lain lewat FRP di Inggris.

Manor memulai petulangannya di dunia balap. Berawal dari nama pemilik, tim balap tersebut bernama Virgin Racing pada 2010 silam. Manor kemudian berubah nama jadi Marussia setahun kemudian. Salah satu pukulan terbesar Marussia adalah pada 2014 silam. Kala itu salah satu pebalap muda berbakat yang membela tim Manor, Jules Bianchi, tewas setelah mengalami cedera serius akibat kecelakaan dalam ajang Grand Prix Jepang.

Itu kemudian menjadi momen terburuk Marussia, dan memutuskan mengganti nama tak lagi Marussia melainkan Manor Racing setelah ada investasi dari investor lain pada awal musim 2016.
"Sangat sedih mendengar kabar tentang Manor Racing hari ini, semoga semua mendapatkan yang terbaik dan juga para orang berbakat yang bekerja sangat keras di sana,” tukas mantan pebalap Manor, Esteban Ocon, mendoakan para staf tim balap tersebut.

Ocon berada di tim itu menggantikan Rio Haryato pada setengah musim lalu. Kini, Ocon sudah bukan lagi pebalap Manor. Kini ia menjadi pebalap Force India.

Anggota dewan di Inggris, Anneliese Dodds berang terhadap bangkrutnya tim Manor. Bahkan Doods mengusulkan agar Komisi Eropa untuk melakukan investigasi pada FIA dan F1 terkait bangkrutnya Manor.

“Bangkrutnya Manor Racing bisa menjadi akhir dari tujuh tahun yang bertubulensi tersebut bagi sebuah tim yang memerlukan kemampuan tingkat tinggi di Oxfordshire. Saya sangat peduli atas hilangnya pekerjaan dalam tim kecil ini seiring berjalannya waktu,” ujar Dodds.

Dodds pun sekali lagi menegaskan bahwa FIA harus diinvestigasi karena terdapatnya praktik antikompetitif dalam bisnis balap F1. (kid)