Delegasi FIFA dan Presiden AFC Kunjungi PSSI

CNN Indonesia
Jumat, 17 Feb 2017 19:34 WIB
Delegasi FIFA dan Presiden AFC Kunjungi PSSI
Sejumlah delegasi FIFA dan AFC berusaha melakukan lobi kepada PSSI jelang Kongres AFC. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Delegasi FIFA dan AFC akan berkunjung ke Kantor PSSI di Grand Rubina, Kuningan, Jakarta, Sabtu (18/2). Kedatangan delegasi FIFA dan AFC kemungkinan besar berkaitan dengan akan digelarnya Kongres AFC pada 8 Mei 2017.

Kepastian kedatangan delegasi FIFA diungkapkan Sekjen PSS Ade Wellington kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/2). Ade mengatakan bukan hanya delegasi FIFA yang akan mendatangi Kantor PSSI.
"Besok, Sabtu (18/2) delegasi dari FIFA bakal datang ke Jakarta. Disusul dengan kedatangan Sekjen dan Presiden AFC," kata Ade melalui pesan singkat.

Ade tidak menjelaskan secara rinci agenda yang akan dijalani perwakilan FIFA dan AFC selama berada di Jakarta. Kemungkinan besar terkait dengan digelarnya Kongres AFC pada 8 Mei mendatang, yang salah satu agendanya adalah memilih kandidat Dewan FIFA yang diwakili setiap konfederasi. AFC memiliki empat jatah wakil di FIFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PSSI juga sempat menerima kunjungan delegasi AFC pada awal Februari 2017.PSSI juga sempat menerima kunjungan delegasi AFC pada awal Februari 2017. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat)
Masing-masing kandidat sudah mulai bergerilya ke asosiasi negara untuk mencari dukungan suara. Sebab, asosiasi anggota di setiap konfederasi yang menentukan dalam pemungutan suara nanti.

"Ada beberapa yang sudah datang. Presiden FA Korea Selatan kemarin sempat datang. Ya, kami dengarkan apa yang bisa diberikan buat sepak bola Indonesia. Itu akan kami dukung," ucap Ade beberapa waktu lalu.
Ada delapan yang akan bersaing memperebutkan empat posisi wakil Asia di dewan FIFA. Mereka adalah Zhang Jian (China), Mong Gyu Chung (Korea Selatan), Sheikh Ahmad Fahad Al-Sabah (Kuwait), Mariano V. Araneta Jr (Filipina), Moya Dodd (Australia), Mahfuza Akhter (Bangladesh), Han Un Gyong (Korea Utara), dan Susan Alshalabi (Palestina). Add as a preferred
source on Google