Terapkan Sistem Tiket Gelang, Panpel Persib Malah Kewalahan

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Minggu, 16/04/2017 03:12 WIB
Terapkan Sistem Tiket Gelang, Panpel Persib Malah Kewalahan Petugas polisi kesulitan menertibkan pendukung Persib yang sudah berjubel di depan pintu masuk Stadion GBLA. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)
Bandung, CNN Indonesia -- Ada yang baru dari laga kandang perdana Persib Bandung menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (15/4) sore. Panitia pelaksana memberlakukan tiket gelang barcode untuk musim ini di Liga 1.

Setiap penonton yang masuk harus mengenakan gelang yang diberi tanda barcode untuk diperiksa dengan pemindai di setiap pintu.

Tujuan penggunaan barcode untuk mencegah tiket palsu dan memastikan penonton yang memesan tiket, duduk sesuai dengan pesanan mereka. Barcode ini juga diterapkan agar kapasitas 34 ribu penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gede Bage, Bandung, sesuai dengan pemesanan tiket.

Namun, panitia pelaksana dan panpel tampaknya masih kewalahan mengatur para penonton yang berjibun untuk masuk ke stadion. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah pintu masuk Stadion GBLA masih ditutup rapat, padahal antrian sudah mengular panjang.


Bahkan, satu pintu masuk seperti di Pintu M, pagar besinya dijebol para penonton yang sudah tak sabar. Tak ayal, pihak kepolisian harus menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa yang mulai di luar kendali.

Panitia tampaknya masih kesulitan dalam mengoperasikan alat pemindai barcode sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama. Alasan itu pula yang membuat sejumlah pintu ditutup rapat untuk menghindari desakan para penonton yang mulai berjubel sejak pukul 15.00 sore.

Ironisnya lagi, tribune tetap dipadati penonton, bahkan meluber. Banyak pula penonton yang masih tak kebagian kursi tribune dengan sistem satu kursi di stadion. 
Mereka yang tidak kedapatan kursi tampak duduk di tangga tribune. Kursi tribune yang seharusnya diperuntukkan media pun penuh terisi sehingga sejumlah awak media tak kebagian tempat duduk.
Ada sejumlah penonton yang sebenarnya mengenakan tiket gelang namun tak kebagian tempat duduk di tribune Stadion GBLA.Ada sejumlah penonton yang sebenarnya mengenakan tiket gelang namun tak kebagian tempat duduk di tribune Stadion GBLA. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)

Sulitnya panitia dalam menerapkan sistem masuk gelang barcode pun dibenarkan Ketua Panpel Persib Budi Bram. Menurutnya, pihak panitia masih harus beradaptasi dengan teknologi baru ini.

"Mungkin ini sistem yang pertama kali kami terapkan sehingga wajar jika panitia masih kesulitan. Harap maklum kepada para penonton yang merasa kurang nyaman," terang Budi saat ditemui CNNIndonesia.com di VIP Stadion GBLA.

Ke depannya, lanjut Budi, Panpel akan mengevaluasi kekurangan terkait penggunaan tiket gelang barcode. Perbaikan pengaturan mulai dari penggunaan alat pemindai dan pengaturan penonton juga akan dilakukan dengan baik.