Yanto Basna dan Gairah Kuliah Pesepakbola Indonesia

Ahmad Bachrain , CNN Indonesia | Jumat, 14/07/2017 20:50 WIB
Yanto Basna dan Gairah Kuliah Pesepakbola Indonesia Yanto Basna (kiri) menganggap penting jenjang pendidikan di perguruan tinggi. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak semua pesepakbola Indonesia hanya memikirkan karier di lapangan. Bagi sejumlah pemain generasi sekarang, mereka juga mulai memikirkan masa depan ketika sudah pensiun kelak.

Nah, gelar pendidikan pun dirasakan amat penting untuk menunjang kelanjutan karier mereka. Bek Sriwijaya FC, Rudolof Yanto Basna, jadi salah satu pesepakbola yang tetap memperhatikan jenjang pendidikan formal setinggi-tingginya.

Yanto saat ini masih tercatat sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia masuk kuliah pada 2013 silam.

Saat ini ia mulai memasuki masa-masa penyusunan skripsi sebagai syarat kelulusan di UNY untuk meraih gelar sarjana strata satu (S1).

"Rencana tanggal 15 Juli saya mau ke Yogyakarta dulu, ke kampus saya untuk rencana awal penyusunan skripsi. Nanti saya ingin konsultasikan dulu di kampus," terang Yanto Basna kepada CNNIndonesia.com.

Baginya, berkarier sebagai pesepakbola bukan penghalangnya untuk tetap berkuliah. Ia masih bisa mengikuti sesi kuliah dengan sistem online, termasuk dalam mengerjakan tugas-tugas.
Yanto Basna ingin kecimpung di dunia politik setelah pensiun dari sepak bola.Yanto Basna ingin kecimpung di dunia politik setelah pensiun dari sepak bola. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Kalau misalnya mulai ujian, pihak kampus juga biasanya menyesuaikan dengan jadwal saya libur," terang Yanto Basna.

Menariknya lagi, Yanto Basna tak puas dengan hanya meraih gelar sarjana S1. Ia juga berencana meneruskan pendidikannya ke jenjang magister (S2) jika studinya di UNY kelar.

"Sejauh ini saya punya keinginan besar untuk bisa sampai S2. Tapi saya belum memikirkan studi selanjutnya, mungkin tak jauh beda dengan studi sekarang," ucap Yanto Basna.

Yanto Basna punya cita-cita lain yang juga ingin diwujudkannya. Impiannya tersebut tak jauh dari dunia politik praktis.

"Saya ingin sekali suatu saat kelak menjadi anggota dewan setelah tak lagi jadi pesepakbola. Saya ingin ikut membuat perubahan di Indonesia melalui jalur politik," ucap Yanto Basna.

Untuk itu, ia ingin banyak membekali diri dengan ilmu pengetahuan di dunia pendidikan formal hingga S2.

Ia ingin mengikuti keinginan kedua orang tuanya, kelak terjun ke dunia politik setelah selesai di sepak bola.

Yanto Basna mengaku terinspirasi dengan mantan bek Persib Jack Komboy, yang pernah menjadi anggota DPRD Papua pada periode 2010-2015.
Yanto Basna pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. (Yanto Basna pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. (Antara/Wahyu Putro A)
"Sekarang dia (Jack Komboy) kabarnya juga dicalonkan sebagai kandidat bupati. Ia termasuk sosok berhasil di dunia sepak bola dan politik," ucap mantan bek Persib tersebut.

Jack Komboy memulai karier politik pada 2009 setelah pensiun dari Persipura Jayapura. Ia bergabung bersama Partai Hanura dan terpilih menjadi anggota DPRD Papua.

"Kakak Jack itu jadi inspirasi bagi kami, terutama para pemain Papua. Banyak pula teman-teman pemain di Persipura yang juga kuliah, bahkan sudah ada yang lulus," tutur mantan bek Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 tersebut.

Beberapa nama pemain Papua macam Gerald Pangkali, Ferinando Pahabol, dan Roni Beroperay, bahkan sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 di Universitas Cendrawasih.

Ferinando lulus dari Fakultas Ekonomi Uncen, sementara Roni menyelesaikan studinya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Ferinando Pahabol sudah menyelesaikan pendidikan strata satu di Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih. (Ferinando Pahabol (kanan) sudah menyelesaikan pendidikan strata satu di Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Selain para pemain dari Papua, masih banyak lagi pesepak ola lain yang juga menempuh pendidikan sarjana. Di antaranya adalah para mantan pemain Timnas Indonesia Piala AFF U-19 dan pemain Mitra Kukar, Anindito Wahyu Erminarno.

Khusus untuk Anindito, ia masih menempuh kuliah di jurusan Geologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang (UNS).

"Harapannya semakin banyak pesepak bola Indonesia menempuh jenjang pendidikan setinggi-tingginya, bakal semakin bagus pula pola pikir para pemain. Mereka juga tak lagi bingung jika nanti tak lagi main bola," pungkas Yanto Basna.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pesepakbola Berotak Encer