Analisis

Menebak Peluang Ahsan/Rian dan Tontowi/Liliyana di Final

Putra Permata Tegar Idaman , CNN Indonesia | Minggu, 27/08/2017 11:07 WIB
Menebak Peluang Ahsan/Rian dan Tontowi/Liliyana di Final Menerka peluang dua pasangan Indonesia di kejuaraan bulutangkis dunia 2017, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Rian Agung. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim bulutangkis Indonesia menempatkan dua wakil di babak final Kejuaraan Dunia 2017 lewat nama Mohammad Ahsan/Rian Agung dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Bagaimana peluang dua wakil tersebut?

Indonesia memasang target satu gelar juara di Kejuaraan Dunia kali ini. Tontowi/Liliyana memang merupakan wakil yang dibebani target juara sedangkan Ahsan/Rian adalah pasangan kejutan yang mampu menembus babak final.

Di babak final, kedua wakil Indonesia ini akan menghadapi wakil China, yaitu Liu Cheng/Zhang Nan (ganda putra) dan Zheng Siwei/Chen Qingchen (ganda campuran).

Mohammd Ahsan/Rian Agung vs Liu Cheng/Zhang Nan

Bagi Mohammad Ahsan/Rian Agung, keberhasilan mereka lolos ke babak final adalah sebuah torehan yang di luar perkiraan banyak orang. Sebagai ganda yang baru dibentuk, Ahsan/Rian dianggap masih dalam proses adaptasi. Penampilan mereka tahun ini pun terbilang buruk dan sering kalah di babak awal.

Namun untuk Kejuaraan Dunia 2017 kali ini, Ahsan/Rian menunjukkan kualitas yang layak disejajarkan dengan ganda-ganda papan atas dunia. Kualitas serangan mereka mumpuni dan terbilang mematikan. Pergerakan cepat Ahsan ke depan net untuk mencegat bola dan melancarkan serangan jadi salah satu senjata andalan yang sering mematikan lawan.

Rian pun terlihat tak canggung bermain berdampingan dengan Ahsan yang sudah memiliki banyak gelar bergengsi dalam kariernya.

Liu Cheng/Zhang Nan juga belum berprestasi tahun ini meskipun secara statistik mereka lebih sering memasuki babak akhir turnamen bila dibandingkan Ahsan/Rian.
Menebak Peluang Ahsan/Rian dan Tontowi/Liliyana di FinalPeluang Mohammad Ahsan/Rian Agung untuk jadi juara di laga ini 50-50 tergantung cara Ahsan/Rian bisa mengatasi tekanan yang ada pada diri mereka. (Dok. PP PBSI)

Peluang Ahsan/Rian untuk jadi juara di laga ini 50-50 tergantung cara Ahsan/Rian bisa mengatasi tekanan yang ada pada diri mereka.

Ahsan/Rian berhasil melaju ke babak final setelah menyandang status non unggulan. Di babak final, hal itu tak bisa begitu saja dilanjutkan karena ada harapan besar, baik dari luar maupun dari dalam, untuk melihat mereka juara.

Kualitas Liu Cheng/Zhang Nan pun belum terbilang istimewa untuk ukuran nomor ganda putra. Duel ini jadi panggung bagi Ahsan dan Zhang Nan untuk membimbing junior mereka.

Di babak semifinal, Ahsan/Rian bermain di sesi pagi dan hal ini bisa jadi sedikit keuntungan bagi mereka lantaran mereka beristirahat lebih lama sebelum final kali ini.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Zheng Siwei/Chen Qingchen

Duel Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lawan Zheng Siwei/Chen Qingchen adalah duel ulangan final Indonesia Terbuka 2017. Saat itu Tontowi/Liliyana berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 22-20, 21-15.

Laga ini juga merupakan duel lintas generasi karena Zheng Siwei/Chen Qingchen adalah barisan anyar dari deretan pebulutangkis China.

Dari gaya permainan, Zheng Siwei/Chen Qingchen punya kecepatan yang luar biasa. Rotasi mereka di lapangan pun terbilang rapi.
Duel Tontowi/Liliyana Natsir merupakan laga ulangan melawan Zheng Siwei/Chen Qingchen. (Duel Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan laga ulangan melawan Zheng Siwei/Chen Qingchen. (Dok. PBSI)

Chen Qingchen sendiri juga punya kemampuan untuk melakukan gebrakan dari baseline bila ia terpaksa mengambil shuttlecock di belakang karena ia sudah terbiasa bermain di nomor ganda putri.

Namun performa Tontowi/Liliyana saat ini juga tengah dalam grafik menanjak. Dalam perjalanan menuju final, Tontowi/Liliyana beberapa kali menghadapi situasi kritis, namun mereka sukses melewatinya dengan baik.

Tontowi/Liliyana pun kini lebih pandai memainkan ritme permainan dengan mempertimbangkan faktor usia yang terus bertambah dalam diri mereka. Tontowi/Liliyana bisa bermain dalam tempo lambat untuk kemudian meningkatkan tempo permainan dengan cepat dalam sekejap.

Tontowi sebagai pemain belakang juga tak melulu melancarkan smash sebagai serangan andalannya. Dropshot Tontowi juga makin mematikan, begitu pula drive silang yang sering merepotkan lawan.

Liliyana pun tetap piawai di depan net. Hal itu kini ditambah ketenangan Liliyana yang tak lagi mau memaksakan diri mengambil bola-bola sulit di awal laga. Sikap ini terbilang bijak mengingat kondisi lutut Liliyana yang baru pulih dari cedera.

Poin-poin itulah yang akan jadi alasan kuat bagi Tontowi/Liliyana untuk yakin bisa memenangkan pertandingan.

Sama halnya dengan Ahsan/Rian, Tontowi/Liliyana juga punya keunggulan dari segi jeda laga. Tontowi/Liliyana kemarin bermain di sesi pagi sedangkan Zheng Siwei/Chen Qingchen bermain di sesi sore.

Satu hal lain yang lebih menguntungkan, Chen Qingchen juga lolos ke final di nomor ganda putri dan akan bermain lebih dulu di partai pertama.

Bila duel Chen Qingchen/Jia Yifan lawan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota berlangsung lama, hal itu tentunya akan lebih menguras stamina Chen Qingchen. Dari empat laga yang sudah dimainkan oleh Chen Qingchen/Jia Yifan lawan Fukushima/Hirota, rata-rata pertandingan berakhir dalam durasi 50 menit.

Kesempatan menang Tontowi/Liliyana pun makin terbuka bila mereka menghadapi Chen Qingchen yang staminanya telah terkuras di laga sebelumnya.


BACA JUGA